Welcome to my blog!

  • Home
  • Contact
Assalamu'alaikum readers! Di postingan kali ini aku akan share pengalamanku sebagai author newbie yang berkesempatan untuk mempublish dua artikel di jurnal Q1.



Berawal ketika aku menginjakkan kaki di Taiwan untuk melanjutkan studi S2, aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk mempublish artikel di jurnal Q1, apalagi sebagai first author. Bagiku, lulus tepat waktu dan dapat bertahan di negeri formosa ini sudah merupakan sebuah pencapaian yang sangat besar. Tetapi semua berubah ketika aku berada di lingkungan yang sangat men-support-ku untuk selalu mencoba hal baru, mencoba tantangan baru, dan mencoba untuk memperluas zona nyamanku.

Ketika profesor menyuruhku untuk menulis sebuah artikel yang akan diterbitkan disebuah jurnal internasional, jujur aku sangat senang! Ini pengalaman pertamaku untuk menulis sebuah artikel yang nantinya bisa dibaca oleh seluruh peneliti di seluruh dunia. Awalnya aku sangat antusias dan berharap artikel ini bisa segera diterbitkan. Tapi sayangnya realita tidak seindah ekspektasi. Banyak sekali tenaga dan pikiran yang terkuras untuk menulis artikel. Revisi dari kolega, profesor 1, profesor 2, ganti judul, kekurangan data, ditolak jurnal A, jurnal B, hingga aku lupa seberapa banyak jurnal yang sudah menolak artikelku ini. Lelah, tapi tetap harus berjuang! Alhamdulillah, diberi kesempatan untuk publish artikel di ACS Applied Nano Materials di tahun 2020 dan Journal of Physical Chemistry Letters di tahun 2021.


(Cover yang ditolak oleh ACS Applied Nano Materials (bawah) :') designed by me)

Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk bisa publish jurnal Q1?
1. Kalian harus memiliki topik yang sesuai dengan jurnal yang akan kalian tuju
Salah satu alasan yang membuat sebuah artikel ditolak oleh editor adalah karena ketidaksesuaian topik. Jika menurut editor artikel kalian cukup bagus, mereka akan merekomendasikan untuk mentransfer artikel kalian ke jurnal lainnya. Namun jika mereka menganggap artikel kalian masih kurang, mereka akan langsung menolak dan terpaksa kalian harus mencari jurnal lainnya.
2. Siapkan data penilitian yang cukup
Setelah kalian mendapatkan pandangan mengenai jurnal yang akan kalian tuju, lihatlah contoh artikel-artikel yang berhasil dipublish di jurnal tersebut. Bandingkan dengan hasil data kalian, apabila data kalian masih kurang, maka tambahkan data lainnya sebagai penunjang.
3. Buatlah grafik dan gambar yang profesional
Selain isi artikel yang berbobot, dengan adanya grafik, gambar ataupun sketsa yang terlihat profesional akan menambah kualitas artikel kalian.
4.. Mencoba publish di jurnal dengan kualitas lebih tinggi
Cara ini mungkin akan memperlambat proses publish artikel kalian. Tapi, ketika kalian mencoba untuk submit artikel ke jurnal dengan kualitas lebih tinggi, kalian juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan masukan dan revisi dari para reviewer, dan hal inilah yang akan membuat kualitas artikel kalian semakin bagus.

Jadi gimana sih tahapan untuk publish artikel?
1. Submit artikel
Hal yang perlu dipersiapkan untuk submit artikel yaitu cover letter, artikel, supporting information, data author dan data reviewer. Jangan lupa untuk mengecek kembali bahasa inggris yang digunakan, lebih baik jika menggunakan jasa native speaker untuk merevisi bahasa inggirs kalian. Jangan sampai editor pusing membaca grammar yang amburadul sehingga berakibat fatal.
2. Review oleh editor
Ketika kalian sudah submit, maka orang pertama yang akan menilai layak atau tidaknya artikel kalian adalah editor jurnal tersebut. Ditahap ini editor akan menentukan apakah dia akan menolak artikel kalian secara langsung atau akan mengirimkan artikel kalian ke reviewer.
3. Review oleh reviewer
Pada tahap ini, reviewer yang akan menentukan kelayakan artikel kalian selanjutnya. Jumlah reviewer bergantung pada jurnal tersebut, biasanya 3-5 reviewer. Masing-masing akan memberikan minor/major revision, atau bahkan mereka bisa langsung menolak artikel kalian. Minor revision biasanya hanya sekadar revisi format artikel atau meminta kalian untuk menambahkan pembahasan dengan lebih jelas. Sedangkan major revision, kalian bisa diminta untuk menjelaskan pembahasan dengan lebih detail, menambahkan data, atau menjawab pertanyaan reviewer yang cukup membuat pening.
4. Revisi
Kalian akan diberi rentang waktu 2 minggu hingga 1 bulan untuk menjawab semua pertanyaan reviewer. Usahakan untuk menjawab seluruh pertanyaan dan melakukan apa yang disuruh oleh para reviewer. Jika kalian merasa ada pertanyaan reviewer yang tidak sesuai, berikan penjelasan yang sekiranya dapat diterima oleh reviewer.
5. Review oleh reviewer
Tahap ini yang menurutku bikin harap-harap cemas. Tahap terakhir yang akan menentukan keberlangsungan artikel kalian. Di tahap ini reviewer akan melihat hasil revisi kalian dan sekali lagi menentukan apakah hasil revisi artikel kalian sudah layak untuk dipublish di jurnal tersebut.
6. Review Proof
Setelah kalian mendapat email yang memberitahukan bahwa artikel kalian diterima, kalian akan diminta untuk mengecek kembali format artikel kalian.
7. Publish
Congratulations! You got it!


Sekian sharing pengalamanku dalam mempublish artikel di jurnal Q1. Semoga bermanfaat!~

  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers! Apa kabar semuanya? Semoga disituasi yang penuh keterbatasan ini, kita dan keluarga selalu diberi kesehatan dan dijauhkan dari COVID-19 ya!

Di postingan kali ini aku akan berbagi pengalaman bagaimana cara mencari advisor yang akan membimbing thesis kalian.

Kenapa sih memilih advisor itu penting? Karena advisor ini yang akan kalian temui tiap harinya. Kalian akan melakukan personal meeting, group meeting, jalan-jalan lab, makan bareng, dsb, bareng advisor kalian. Jadi pastikan kalian mendapatkan advisor yang tidak hanya membimbing kalian, tapi juga bisa diajak berdiskusi tentang apapun.




Sebelum memilih advisor, ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui:

1. Research expertise advisor
Research expertise ini menjadi penentu topik thesis yang akan kalian ambil. Usahakan kalian harus memilih advisor dengan keahlian yang sesuai dengan minat kalian agar kedepannya kalian bisa melakukan eksperimen dengan nyaman.

2. Track record alumni
Menurutku track record alumni ini penting. Kenapa? karena ada beberapa Profesor yang memiliki ekspektasi sangat tinggi terhadap mahasiswanya (hal ini sangat bagus tentunya), tapi kalau mahasiswa tersebut tidak bisa memenuhi ekspektasi sang advisor, maka hal ini akan berpengaruh terhadap lamanya kalian duduk dibangku kuliah. Jadi pastikan kalian bisa memenuhi ekspektasi advisor tanpa mengorbankan lama studi kalian ya!

3. Salary
Beberapa laboratorium tentunya akan memberikan salary kepada mahasiswanya. Jika salary menjadi sesuatu yang sangat kalian butuhkan untuk menunjang kebutuhan hidup, pastikan calon advisor kalian memberikan salary dengan jumlah yang OK.

Lalu bagaimana cara untuk mengetahui itu semua?

1. Cek data profesor di website jurusanmu
Kalian bisa memilah calon advisor dengan research expertise yang sesuai minat kalian.

2. Cek website laboratorium calon advisormu
Website laboratorium ini akan sangat membantu kalian dalam mencari informasi mengenai research expertise, anggota lab, publikasi, fasilitas lab, dsb.

3. Tanya anggota lab/alumni yang berasal dari Indonesia
Anggota lab/alumni dari Indonesia tentunya menjadi penolong disaat kalian tidak memiliki informasi apapun tentang kehidupan kampus disana. Ada beberapa hal yang bisa kalian tanyakan:

  • Pemilihan topik. Apakah topik tesis mengikuti proyek Prosesor atau mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih topiknya sendiri.
  • Lingkungan laboratorium. Bagaimana lingkungan laboratorium tersebut, apakah anggota labnya bisa diajak bekerja sama. Suasana lab ini tentunya akan mempengaruhi kita dalam melakukan eksperimen. Tidak hanya nyaman dengan advisor, tapi pastikan kalian harus nyaman dengan teman lab kalian juga ya.
  • Gaji. Berapa gaji yang akan diberikan.
  • Konferensi. Apakah mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan konferensi di dalam atau luar negeri.

4. Email salah satu anggota lab
Jika tidak ada anggota lab/alumni dari Indonesia, kalian bisa bertanya pada anggota lab lainnya.

5. Email Profesor 
Jika kalian sudah menemukan advisor yang sekiranya cocok. Email Profesor untuk menanyakan apakah ada peluang bagi kalian untuk menjadi salah satu anggota labnya.


Sekian pengalaman dariku. Semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari advisor ya!~
  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Di postingan kali ini aku akan membagikan estimasi biaya hidup di Tainan berdasarkan pengalamanku sebagai mahasiswa NCKU selama hampir dua tahun. Sebenarnya kalau kita berbicara masalah keuangan, semua bergantung dari bagaimana gaya hidup kita. Mau hemat? Bisa banget. Mau berfoya-foya? Bisa juga sih, asalkan kalian punya pemasukan yang mengalir deras.


Selama aku tinggal di Taiwan, alhamdulillah aku bisa hidup secara mandiri, dalam artian aku tidak butuh uang tambahan dari orang tua. Bahkan aku masih bisa menabung dari uang beasiswa dan juga gaji lab 😄 Kalau kalian bertanya gaya hidup mana yang aku terapkan? Aku akan menjawab, gaya hidup yang pas-pasan. Dibilang hemat, nggak juga, dibilang hedon juga gak sama sekali. Sebelum aku menjelaskan secara detail, kalian bisa cek pemasukan dan pengeluaranku dalam satu bulan berikut:

1. Pemasukan:
a. Beasiswa master NCKU: 5000 NTD
b. Gaji lab: 6000 NTD
Total pemasukan: 11000 NTD

2. Pengeluaran:
a. Biaya apartemen, listrik, dan air: 3000 NTD
b. Biaya asuransi kesehatan (NHI): 850 NTD (sekitar 5000 NTD/semester)
c. Biaya makan dan jajan: 1500-2500 NTD
d. Biaya transportasi: 0 NTD
e. Biaya lainnya: 1000-1500 NTD
Total pengeluaran: 6350-7350 NTD

3. Sisa tabungan: ± 3000 NTD

1. Pemasukan
Sebenarnya aku juga berkesempatan mendapatkan Sinopac Scholarship sebesar 60.000 NTD selama setahun. Namun, aku tidak memasukkan ke dalam list pemasukan karena bisa kalian lihat sendiri, tanpa adanya beasiswa tambahan, aku masih bisa bertahan hidup di sini. Untuk gaji lab, seperti yang sudah aku jelaskan di postingan sebelumnya, bergantung dari jurusan dan juga advisor kalian. Di jurusanku sendiri, gaji yang didapatkan tiap lab berbeda, mulai dari 3000-6000 NTD, atau bahkan lebih. Sedangkan di beberapa jurusan seperti IMBA misalnya, mereka tidak mendapatkan gaji tambahan dari advisor mereka. Jadi, sekali lagi, pastikan bahwa kalian bisa mendapatkan gaji dari advisor, jika kalian tidak mau kerja part time dan mau hidup mandiri.

2. Pengeluaran
a. Biaya apartemen, listrik, dan air
Selama ini aku hidup di apartemen bersama empat temanku. Biaya apartemennya sendiri sebesar 12.000 NTD per bulan dengan fasilitas yang cukup lengkap. Kemudian untuk biaya listrik dan air dengan penggunaan yang gak hemat-hemat banget, pengeluarannya kurang lebih 3500-4000 NTD per dua bulan.
b. Biaya makan dan jajan
Karena aku tinggal di apartemen, maka biaya makan ini sangat berpengaruh terhadap pengeluaran kita. Sebagai pandangan kalian, setiap dua minggu sekali, aku dan teman-temanku selalu ke pasar untuk membeli bahan makanan (ayam, ikan, sayur, telur, dll), dan hanya mengeluarkan uang sebesar 200-250 NTD per orang. Untuk beras, minyak, dan bahan pendamping lainnya (saos, bumbu, dll), hanya menghabiskan uang sekitar 500-1000 NTD perbulannya. Sedangkan kalau kalian beli katering, untuk makan dua kali sehari, kalian bisa menghabiskan 3000 NTD (50 x 2 x 30 hari).
Bisa kalian bayangkan perbedaannya kan? Estimasi pengeluaran untuk makan selama sebulanku hanya sebesar 1500 NTD. Sedangkan sisanya untuk beli jajan, bubble milk tea, atau biasanya beli hotpot, dsb. Gak heran kalau sebagian temanku bilang kalau aku sering jajan, ya karena biaya makan kita sangat minim 😅
c. Biaya transportasi
Biaya transportasi 0 NTD karena aku menggunakan sepeda sebagai alat transportasi untuk pergi ke kampus. Sepeda ini bisa kalian dapatkan secara gratis dari pihak kampus.
d. Biaya lainnya
Biaya lainnya yang aku maksudkan di sini adalah biaya untuk membeli kebutuhan bulanan seperti sabun, sampo, dll.

Jadi, bagaimana? Biaya hidup di Tainan ini gak jauh beda kok dari biaya hidup di Jakarta. Tinggal bagaimana cara kalian mengatur pemasukan dan pengeluaran. Semoga bermanfaat~
  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers!


Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan email dari kajur jurusanku untuk menyebarkan brosur mengenai pendaftaran master dan PhD program di Materials Science and Engineering Department (MSE) dan International Curriculum for Advanced Materials Program (iCAMP) untuk tahun ajaran 2020. Dikarenakan adanya wabah COVID-19 yang menghambat proses promosi jurusan, jadi aku akan membagikan brosur yang beliau berikan di sini. So, check this out!





Gimana? Keren banget kan isi dari brosurnya? Bisa kalian lihat bahwa NCKU ini muslim-friendly sekali, dan jurusan MSE mempunyai musholla yang sangat nyaman untuk beribadah. Jadi, buat kalian yang tertarik untuk melanjutkan studi master atau PhD, kalian bisa langsung mengunjungi website berikut:
MSE website: http://www.mse.ncku.edu.tw/
iCAMP website: http://icamp.ncku.edu.tw/
NCKU admission website: https://admissions.oia.ncku.edu.tw/
Untuk proses pendaftaran NCKU, kalian bisa cek postinganku DISINI.
  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Jadi di postingan kali ini, aku akan membahas tentang pengalamanku tinggal di Kota Tainan, Taiwan selama hampir dua tahun. Happy reading~

Berawal dari September 2018, pertama kali aku menginjakkan kaki di negeri formosa untuk melanjutkan studi masterku. Jauh beberapa bulan sebelum aku membulatkan niat untuk melanjutkan studi di Taiwan, banyak sekali kekhawatiran yang ada di benakku, dan mungkin menjadi kekhawatiran bagi beberapa orang yang akan sekolah atau kerja di luar negeri.

"Apakah aku bisa beradaptasi dengan mudah di negara ini?" Terlebih lagi ini pertama kalinya aku tinggal jauh dari keluarga.
"Apakah aku bisa berteman dengan warga lokal?"
"Apakah aku dan mereka nanti bisa menerima segala perbedaan yang ada?"
"Apakah aku bisa dengan mudah mendapatkan makanan halal?"
"Apakah aku bisa mendapatkan tempat ibadah dengan mudah?"
Karena kita tahu Taiwan adalah negara mayoritas non-muslim.

Tapi aku mencoba untuk mengesampingkan kekhawatiranku itu, aku sudah mendapatkan kesempatan untuk sekolah secara gratis di negara yang tingkat pendidikannya jauh di atas Indonesia, gak mungkin kan aku melewatkan kesempatan baik ini?

Alhamdulillah, semua kekhawatiran itu musnah ketika aku sudah tiba di Taiwan. Aku berhasil untuk beradaptasi di negara ini, meskipun tidak mudah, namun juga tidak begitu susah. Aku berhasil berteman dengan warga lokal, aku mendapatkan teman lab dan profesor yang sangat baik, teman-teman dari Indonesia pun juga sangat banyak. Aku dan teman-teman Taiwan bisa menerima segala perbedaan yang ada. Meskipun pada awalnya sangat susah untuk menentukan restoran yang cocok untuk kami. Tapi, kita bisa melewati itu semua, all you can eat atau hotpot restaurant adalah kuncinya, haha 🤭




Teman-teman Muslim Students Association NCKU

Profesor dan teman-teman lab, setelah acara Chinese New Year

Aku bisa mendapatkan  makanan halal dengan mudah di sini. Banyak sekali katering milik mahasiswa Indonesia yang bisa kita cicipi, banyak juga warung-warung yang menjual makanan Indonesia, dan bahkan banyak toko-toko yang menjual bahan makanan Indonesia. Lalu bagaimana dengan tempat ibadah? Lagi-lagi aku sangat bersyukur karena kampus tempatku menempuh studi ini sangat mendukung dengan adanya kegiatan ibadah dari berbagai macam agama. NCKU punya banyak sekali musholla di beberapa jurusan, alhamdulillah 😄

Jadi buat kalian yang ingin melanjutkan studi atau kerja di Taiwan ataupun di lingkungan yang menurut kalian asing. Jangan takut, jangan khawatir, ambil segala kesempatan yang ada. Jangan jadikan kekhawatiranmu sebagai penghalangmu untuk menggapai segala sesuatu yang kamu impikan. åŠ æ²¹!
  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers!
Kali ini aku mau berbagi info mengenai apa aja sih yang perlu kita bawa saat membuat atau memperpanjang ARC.


Sebelum masuk ke inti bahasan, disini aku mau membahas apa itu ARC.
Jadi ARC (Alien Resident Certificate) itu merupakan kartu identitas semacam KTP sementara yang dibutuhkan para penduduk asing untuk tinggal di Taiwan selama 1 hingga 3 tahun. Nah, jika setelah 1-3 tahun kalian masih ingin tinggal di Taiwan, kalian harus memperpanjang ARC kalian sebelum masa berlakunya habis. Pembuatan ARC ini cukup mudah kok, asalkan kalian sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Syarat pembuatan ARC baru:
1. Application form. Bisa kalian download di web INI atau bisa langsung kalian dapatkan saat di kantor imigrasi setempat.
2. Passpor dengan syarat Resident Visa. ARC dengan Resident Visa akan berlaku selama 1 tahun.  Lalu bagaimana kalo kalian datang ke Taiwan hanya dengan membawa Visitor Visa? Kalian harus mengurus pembuatan Resident Visa di Taiwan yaa.
3. Dokumen pendukung. Dalam hal ini, apabila kalian merupakan mahasiswa yang akan sekolah di Taiwan, maka kalian perlu menunjukkan bukti seperti LoA (Letter of Acceptance) atau enrollment certificate, serta bukti pembayaran kuliah yang telah distempel oleh pihak kampus (jika kalian mendapatkan beasiswa, kalian bisa melampirkan bukti pembayaran asuransi kesehatan). Untuk di kantor imigrasi Tainan, jika kalian hanya membawa dokumen tanpa meminta stempel dari pihak kampus, maka kalian akan mendapatkan ARC sementara yang hanya berlaku selama 6 bulan.
4. Foto terbaru 2 x 2 inchi dan berwarna
5. Biaya pembuatan: NTD 1000 berlaku untuk satu tahun

Perlu diperhatikan bahwa kalian wajib membuat ARC maksimal 15 hari setelah kedatangan kalian di Taiwan, dan kalian perlu membawa dokumen asli dan fotokopi. Pembuatan ARC ini akan selesai dalam waktu 10 hingga 14 hari.

Kemudian, bagaimana cara mengambil ARC yang telah jadi? Jadi terdapat dua opsi, yang pertama kalian bisa mengambil ke kantor imigrasi, dan yang kedua kalian bisa meminta pihak imigrasi untuk mengirim ARC ke alamat rumah atau apartemen kalian. Kalian bisa membeli amplop di kantor imigrasi dan satu amplop bisa untuk beberapa ARC. Menurut pengalamanku saat mengurus pembuatan ARC di kantor imigrasi Tainan, biaya pengiriman ARC sekitar 30 NTD.

Syarat perpanjangan ARC:
1. Application form. Form yang digunakan sama seperti pembuatan ARC baru.
2. ARC lama dan passpor
3. Dokumen pendukung
4. Foto terbaru 2 x 2 inchi dan berwarna
5. Biaya pembuatan: NTD 1000 berlaku untuk satu tahun

Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa kunjungi web imigrasi Taiwan:
www.immigration.gov.tw

Sekian dari aku, semoga bermanfaat!
  • 2 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Finally, setelah berbulan-bulan berkutat dengan eksperimen, akhirnya aku menyempatkan diri untuk menulis sesuatu yang mungkin bisa kalian jadikan pertimbangan kedepannya. Yup, sesuai judulnya, aku akan menjelaskan tiga belas alasan mengapa Taiwan menjadi salah satu negara terbaik yang bisa kalian jajahi untuk melanjutkan study kalian.




1. Kualitas pendidikan di Taiwan
Top 12 University in Taiwan (source: Top Universities)
Kalian pasti sudah tau dong kalau Taiwan ini memiliki kualitas pendidikan yang gak kalah dengan universitas bergengsi lainnya? Menurut QS World University Ranking, setidaknya terdapat 7 universitas ternama yang berhasil menududuki 300 besar top university in the world loh!
2. Fasilitas lengkap
Selain pendidikan, fasilitas research di Taiwan ini cukup lengkap dan sangat mendukung research kalian. Menurut pengalamanku selama menjadi mahasiswa disini (kurang lebih 7 bulan), advisor kalian akan selalu mensupport segala sesuatu yang kalian butuhkan, tentunya dalam bentuk dana dan juga ilmu yang sangat bermanfaat :') Selain itu, kamu juga akan mendapatkan "uang saku" dari advisor kalian. Tapi perlu diperhatikan, "uang saku" ini tergantung dari advisor kalian yah. Biasanya setiap laboratorium punya kebijakan masing-masing mengenai besarnya gaji yang bisa didapatkan. Dapat uang saku berapa? Untuk mahasiswa master di laboratoriumku, rata-rata dapat gaji 7200 NTD (setara 3.5 juta). Lumayan sih buat nambah uang jajan haha. Namun ada satu hal yang perlu kalian ketahui, tidak semua jurusan atau laboratorium akan memberikan uang saku. So, kalian harus survey dulu ya sebelum daftar kuliah disini!
3. Beasiswa berlimpah
Untuk mendapatkan beasiswa di Taiwan ini sebenarnya cukup mudah. Kalian bisa mendaftar salah satu beasiswa dari pemerintah Indonesia, pemerintah Taiwan (MOE, MOST, ICDF) ataupun beasiswa dari universitas.
4. Biaya hidup
Untuk biaya hidup, sebenarnya it depends on your lifestyle sih. Kalau mau hemat kalian bisa kok menyewa apartemen murah, jadi kalian bisa menghemat pengeluaran untuk biaya makan perbulannya. Tapi kalau kalian gak mau rempong masak, kalian bisa kok bisa beli katering atau ngewarung setiap hari. Tapi tentunya duit yang kalian keluarkan lebih banyak. Untuk aku sendiri, dari uang beasiswa universitas ditambah uang saku dari advisor, aku masih bisa menyimpan 2000-4000 NTD perbulannya.
5. Penduduk lokal super ramah
Spring break with Taiwanese, Philippines, Vietnamese, Thai and Indonesian friends. 
Yes, ini yang bikin betah tinggal di Taiwan. Penduduk lokalnya super duper ramah guys. Mereka akan senang hati membantu kalian kalau kalian punya kesulitan. Bahkan salah satu Profesorku pernah bilang, penduduk lokal Taiwan itu ramah banget sama pendatang, tapi kalau sesama orang lokal, gak ramah-ramah amat haha.
6. Penduduk lokal tertib dan mandiri
Ini juga merupakan salah satu alasan yang bisa bikin kalian betah untuk tinggal di Taiwan. Budaya antre, parkir, buang sampah dan self service-nya memang sudah diterapkan dengan baik. Kadang suka berandai-andai, apakah warga Indonesia suatu saat bisa menerapkan ini semua?
7. Teknologi canggih dan transportasi yang super nyaman
8. Banyak tempat wisata gratis untuk mahasiswa

Chimei Museum in Tainan City
9. City bike si penyelamat hidup
10. Jarang banget ada orang yang merokok
11. Banyak orang Indonesia dan banyak produk-produk Indonesia yang bisa kalian dapatkan disini
12. Bubble tea stores everywhere
13. Banyak cogan :')

Jadi, poin 1-9 bisa banget kalian jadikan pertimbangan untuk melanjutkan kuliah di Taiwan. Dan untuk poin ke 10-13 bisa juga sih dijadikan pertimbangan, haha.
  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Di postingan kali ini aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana proses pendaftaran perkuliahan dan beasiswa di National Cheng Kung University, Taiwan. Nah, sebelum masuk ke inti bahasan, aku ingin bercerita sedikit mengenai National Cheng Kung University.



Jadi, National Cheng Kung University atau lebih mudahnya disebut NCKU merupakan salah satu universitas yang terletak di Taiwan atau lebih tepatnya berada di kota Tainan. Menurut beberapa situs, NCKU menduduki posisi 250 besar universitas terbaik di dunia, dan menduduki posisi 5 besar universitas terbaik se-Taiwan. Keren gak tuh? Siapa coba yang gak mau melanjutkan studinya dan dapetin beasiswa di kampus keren seperti NCKU?

Bicara mengenai cara pendaftaran beasiswa di NCKU, sebenarnya mudah kok, gak ribet. Sama halnya dengan universitas-universitas lainnya di Taiwan, proses penyeleksian beasiswa hanya dilakukan melalui seleksi dokumen. Jadi gak ada tes tulis, tes wawancara, atau tes-tes lainnya.

Perlu kalian ketahui, pada umumnya beberapa universitas di Taiwan membuka pendaftaran beasiswa sebanyak 2 kali dalam setahun. Di NCKU sendiri, pendaftaran kuliah dan beasiswa dilakukan secara bersamaan. Jadi, kalau kalian belum dapat beasiswa dari pemerintah Indonesia (DIKTI), MOST, MOE, atau ICDF, gak usah khawatir, kalian bisa langsung mendaftar beasiswa "NCKU Distinguished International Student Scholarship" saat pendaftaran kuliah.

Application Period:
10 Januari - 30 Maret (FALL) 
10 Juli - 10 Oktober (SPRING)

Admission Web:
https://admissions.oia.ncku.edu.tw/

Required Documents:
1. Diploma
Kalau semisal kalian belum mendapatkan ijazah karena belum wisuda, kalian bisa kok menggantinya dengan Surat Keterangan Lulus dalam bahasa inggris. Tapi perlu diingat bahwa kalian harus konfirmasi melalui email (em50951@email.ncku.edu.tw) dan bilang kalau kalian bakalan mengirim ijazah secepatnya.
2. Declaration Form
3. Transcript
Oh ya, untuk transkrip dan ijazah, gakpapa kok kalau gak ada cap TETO. Menurutku jauh lebih baik kalau kalian minta cap TETO ketika kalian sudah fix keterima di NCKU, biar gak buang-buang duit hehe.
4. Two Letters of Recommendation
Untuk surat rekomendasi, kalian bisa minta ke dosen-dosen yang dekat dengan kalian, dosen pembimbing misalnya. Kenapa harus dosen yang dekat dengan kalian? Karena nanti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang berhubungan dengan kepribadian kalian, jadi kalau kalian minta ke dosen yang gak dekat sama kalian, kan mereka jadi bingung mau jawab apa hehe. Dan perlu diperhatikan, jangan minta surat rekomendasi dadakan, karena kesannya kita ngasih tugas ke dosen dan deadlinenya mepet banget.
5. Study Plan
6. Autobiography
7. Financial Statement
Untuk financial statement sebenarnya pihak NCKU meminta minimal saldo rekening sebesar NT$150,000 (US$4,935), tapi saat daftar aku hanya mencantumkan saldo sebesar IDR 50 juta, bahkan temanku ada yang hanya mencantumkan IDR 30 juta. Tapi kami sama-sama lolos, alhamdulillah. Jadi intinya, financial statement ini hanya digunakan sebagai jaminan kalau kalian punya modal untuk hidup di Taiwan selama beberapa bulan, karena biasanya beasiswa akan diberikan beberapa bulan setelah kalian tiba disini. Cara buat financial statement gimana? Kalian bisa cek [DISINI]
8. Additional requirements and documents by department/institutes
9. Identity card and/or Passport
10. Academic thesis (for Phd student)
11. Remittance Receipt
Perlu diketahui bahwa kalian perlu membayar biaya pendaftaran sebesar NT$1,600 / US$60. Biar lebih mudah, kalian bisa minta tolong senior-senior kalian di NCKU untuk membantu kalian membayar biaya pendaftarannya :)
12. Other documents
Bisa kalian upload sertifikat TOEFL/TOEIC/IELTS, CV, sertifikat-sertifikat pendukung lainnya.

Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai dokumen-dokumen yang dibuthkan, kalian bisa cek [DISINI].

Nah, jadi tahapan untuk mendaftar kuliah dan beasiswa di NCKU adalah sebagai berikut:
1. Buat akun di https://admissions.oia.ncku.edu.tw/
2. Isi aplikasi online
3. Bayar biaya pendaftaran
4. Upload bukti pembayaran pendaftaran dan dokumen-dokumen yang sudah aku sebutin diatas
5. Dapat nomor pendaftaran
5. Tunggu hasil pengumuman


So, semangat buat kalian para pejuang pencari beasiswa. Selamat berjuang!




  • 9 Comments
Older Posts Home

Location

About me


"Trust yourself and everything you want will come true”


Follow Us

  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram

Professor and Labmates ❤

Labels

Beasiswa Contact Elektro Event Korea Corner Kuliner Materi Review Story Taiwan ulzzang Webtoon Wedding Preparation

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top