Welcome to my blog!

  • Home
  • Contact
Assalamu'alaikum readers!

Melanjutkan tulisanku DISINI, aku akan menjelaskan secara detail vendor-vendor yang telah aku pilih. Di postingan kali ini aku akan share pengalamanku dalam memesan undangan pernikahan.

Source: instagram @aneka_advertising

Setelah survey di beberapa tempat, akhirnya aku memberanikan diri untuk memesan undangan di @aneka_advertising. Kenapa memberanikan diri? Karena @aneka_advertising ini berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah, yang berarti aku tidak bisa memantau kondisi fisik undangan secara langsung. Tapi tenang aja, katalog yang mereka berikan sangat lengkap, disertai video yang memperlihatkan undangan secara detail. Selain itu, @aneka_advertising ini memiliki model undangan yang sederhana namun terlihat mewah, dengan harga yang sangat miring (< Rp 10.000). 


Gimana? Lucu-lucu banget kan undangannya~ Di acaraku kali ini, aku memilih desain Exclusive Gen 08.1 dengan sedikit modifikasi.

Jika dibandingkan dengan beberapa vendor di Malang, harga undangan di @aneka_advertising ini murah banget, terlebih lagi jika kalian hanya memesan undangan dengan jumlah sedikit, harga yang mereka tawarkan tidak terlalu berbeda jika memesan undangan dengan jumlah banyak. Selain itu, mereka selalu memberikan promo setiap bulannya dan kalian juga bisa memodifikasi desainnya. Worth it banget deh pokoknya!

Untuk pelayanan yang mereka berikan, lumayan lah ya. Setelah kalian memilih desain yang diinginkan, kalian harus membayar DP, dan kemudian akan diarahkan ke bagian designer. Dalam proses ini, kalian hanya boleh merevisi desain sebanyak 5 kali. Selanjutnya, setelah semuanya fix, kalian akan dihubungi oleh tim CS. Mereka akan menelfon kalian untuk memastikan segalanya sudah fix dan jika ada kesalahan desain atau typo bukan menjadi tanggung jawab mereka lagi.

Kemudian, bagaimana dengan ongkos kirimnya? 
Mereka menyarankan untuk menggunakan JTR JNE, ongkos kirimnya cuma 45.000 aja. 

Hingga aku mempublish tulisan ini, aku masih belum menerima undangannya. Semoga hasilnya sesuai dengan ekspektasi deh. Aku akan update lagi setelah menerima paketanku. Jadi, tunggu update-an selanjutnya yaa.

(UPDATED)


Yes! I highly recommend @aneka_advertising as your wedding invitation vendor! Undangannya sesuai dengan apa yang mereka pamerkan di media sosial, cuttingannya rapih, dan paketnya sampai dengan aman. Alhamdulillah~


  • 1 Comments
Assalamu'alaikum readers! Di postingan kali ini aku akan share pengalamanku sebagai author newbie yang berkesempatan untuk mempublish dua artikel di jurnal Q1.



Berawal ketika aku menginjakkan kaki di Taiwan untuk melanjutkan studi S2, aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk mempublish artikel di jurnal Q1, apalagi sebagai first author. Bagiku, lulus tepat waktu dan dapat bertahan di negeri formosa ini sudah merupakan sebuah pencapaian yang sangat besar. Tetapi semua berubah ketika aku berada di lingkungan yang sangat men-support-ku untuk selalu mencoba hal baru, mencoba tantangan baru, dan mencoba untuk memperluas zona nyamanku.

Ketika profesor menyuruhku untuk menulis sebuah artikel yang akan diterbitkan disebuah jurnal internasional, jujur aku sangat senang! Ini pengalaman pertamaku untuk menulis sebuah artikel yang nantinya bisa dibaca oleh seluruh peneliti di seluruh dunia. Awalnya aku sangat antusias dan berharap artikel ini bisa segera diterbitkan. Tapi sayangnya realita tidak seindah ekspektasi. Banyak sekali tenaga dan pikiran yang terkuras untuk menulis artikel. Revisi dari kolega, profesor 1, profesor 2, ganti judul, kekurangan data, ditolak jurnal A, jurnal B, hingga aku lupa seberapa banyak jurnal yang sudah menolak artikelku ini. Lelah, tapi tetap harus berjuang! Alhamdulillah, diberi kesempatan untuk publish artikel di ACS Applied Nano Materials di tahun 2020 dan Journal of Physical Chemistry Letters di tahun 2021.


(Cover yang ditolak oleh ACS Applied Nano Materials (bawah) :') designed by me)

Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk bisa publish jurnal Q1?
1. Kalian harus memiliki topik yang sesuai dengan jurnal yang akan kalian tuju
Salah satu alasan yang membuat sebuah artikel ditolak oleh editor adalah karena ketidaksesuaian topik. Jika menurut editor artikel kalian cukup bagus, mereka akan merekomendasikan untuk mentransfer artikel kalian ke jurnal lainnya. Namun jika mereka menganggap artikel kalian masih kurang, mereka akan langsung menolak dan terpaksa kalian harus mencari jurnal lainnya.
2. Siapkan data penilitian yang cukup
Setelah kalian mendapatkan pandangan mengenai jurnal yang akan kalian tuju, lihatlah contoh artikel-artikel yang berhasil dipublish di jurnal tersebut. Bandingkan dengan hasil data kalian, apabila data kalian masih kurang, maka tambahkan data lainnya sebagai penunjang.
3. Buatlah grafik dan gambar yang profesional
Selain isi artikel yang berbobot, dengan adanya grafik, gambar ataupun sketsa yang terlihat profesional akan menambah kualitas artikel kalian.
4.. Mencoba publish di jurnal dengan kualitas lebih tinggi
Cara ini mungkin akan memperlambat proses publish artikel kalian. Tapi, ketika kalian mencoba untuk submit artikel ke jurnal dengan kualitas lebih tinggi, kalian juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan masukan dan revisi dari para reviewer, dan hal inilah yang akan membuat kualitas artikel kalian semakin bagus.

Jadi gimana sih tahapan untuk publish artikel?
1. Submit artikel
Hal yang perlu dipersiapkan untuk submit artikel yaitu cover letter, artikel, supporting information, data author dan data reviewer. Jangan lupa untuk mengecek kembali bahasa inggris yang digunakan, lebih baik jika menggunakan jasa native speaker untuk merevisi bahasa inggirs kalian. Jangan sampai editor pusing membaca grammar yang amburadul sehingga berakibat fatal.
2. Review oleh editor
Ketika kalian sudah submit, maka orang pertama yang akan menilai layak atau tidaknya artikel kalian adalah editor jurnal tersebut. Ditahap ini editor akan menentukan apakah dia akan menolak artikel kalian secara langsung atau akan mengirimkan artikel kalian ke reviewer.
3. Review oleh reviewer
Pada tahap ini, reviewer yang akan menentukan kelayakan artikel kalian selanjutnya. Jumlah reviewer bergantung pada jurnal tersebut, biasanya 3-5 reviewer. Masing-masing akan memberikan minor/major revision, atau bahkan mereka bisa langsung menolak artikel kalian. Minor revision biasanya hanya sekadar revisi format artikel atau meminta kalian untuk menambahkan pembahasan dengan lebih jelas. Sedangkan major revision, kalian bisa diminta untuk menjelaskan pembahasan dengan lebih detail, menambahkan data, atau menjawab pertanyaan reviewer yang cukup membuat pening.
4. Revisi
Kalian akan diberi rentang waktu 2 minggu hingga 1 bulan untuk menjawab semua pertanyaan reviewer. Usahakan untuk menjawab seluruh pertanyaan dan melakukan apa yang disuruh oleh para reviewer. Jika kalian merasa ada pertanyaan reviewer yang tidak sesuai, berikan penjelasan yang sekiranya dapat diterima oleh reviewer.
5. Review oleh reviewer
Tahap ini yang menurutku bikin harap-harap cemas. Tahap terakhir yang akan menentukan keberlangsungan artikel kalian. Di tahap ini reviewer akan melihat hasil revisi kalian dan sekali lagi menentukan apakah hasil revisi artikel kalian sudah layak untuk dipublish di jurnal tersebut.
6. Review Proof
Setelah kalian mendapat email yang memberitahukan bahwa artikel kalian diterima, kalian akan diminta untuk mengecek kembali format artikel kalian.
7. Publish
Congratulations! You got it!


Sekian sharing pengalamanku dalam mempublish artikel di jurnal Q1. Semoga bermanfaat!~

  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Di postingan kali ini aku akan membagikan estimasi biaya hidup di Tainan berdasarkan pengalamanku sebagai mahasiswa NCKU selama hampir dua tahun. Sebenarnya kalau kita berbicara masalah keuangan, semua bergantung dari bagaimana gaya hidup kita. Mau hemat? Bisa banget. Mau berfoya-foya? Bisa juga sih, asalkan kalian punya pemasukan yang mengalir deras.


Selama aku tinggal di Taiwan, alhamdulillah aku bisa hidup secara mandiri, dalam artian aku tidak butuh uang tambahan dari orang tua. Bahkan aku masih bisa menabung dari uang beasiswa dan juga gaji lab 😄 Kalau kalian bertanya gaya hidup mana yang aku terapkan? Aku akan menjawab, gaya hidup yang pas-pasan. Dibilang hemat, nggak juga, dibilang hedon juga gak sama sekali. Sebelum aku menjelaskan secara detail, kalian bisa cek pemasukan dan pengeluaranku dalam satu bulan berikut:

1. Pemasukan:
a. Beasiswa master NCKU: 5000 NTD
b. Gaji lab: 6000 NTD
Total pemasukan: 11000 NTD

2. Pengeluaran:
a. Biaya apartemen, listrik, dan air: 3000 NTD
b. Biaya asuransi kesehatan (NHI): 850 NTD (sekitar 5000 NTD/semester)
c. Biaya makan dan jajan: 1500-2500 NTD
d. Biaya transportasi: 0 NTD
e. Biaya lainnya: 1000-1500 NTD
Total pengeluaran: 6350-7350 NTD

3. Sisa tabungan: ± 3000 NTD

1. Pemasukan
Sebenarnya aku juga berkesempatan mendapatkan Sinopac Scholarship sebesar 60.000 NTD selama setahun. Namun, aku tidak memasukkan ke dalam list pemasukan karena bisa kalian lihat sendiri, tanpa adanya beasiswa tambahan, aku masih bisa bertahan hidup di sini. Untuk gaji lab, seperti yang sudah aku jelaskan di postingan sebelumnya, bergantung dari jurusan dan juga advisor kalian. Di jurusanku sendiri, gaji yang didapatkan tiap lab berbeda, mulai dari 3000-6000 NTD, atau bahkan lebih. Sedangkan di beberapa jurusan seperti IMBA misalnya, mereka tidak mendapatkan gaji tambahan dari advisor mereka. Jadi, sekali lagi, pastikan bahwa kalian bisa mendapatkan gaji dari advisor, jika kalian tidak mau kerja part time dan mau hidup mandiri.

2. Pengeluaran
a. Biaya apartemen, listrik, dan air
Selama ini aku hidup di apartemen bersama empat temanku. Biaya apartemennya sendiri sebesar 12.000 NTD per bulan dengan fasilitas yang cukup lengkap. Kemudian untuk biaya listrik dan air dengan penggunaan yang gak hemat-hemat banget, pengeluarannya kurang lebih 3500-4000 NTD per dua bulan.
b. Biaya makan dan jajan
Karena aku tinggal di apartemen, maka biaya makan ini sangat berpengaruh terhadap pengeluaran kita. Sebagai pandangan kalian, setiap dua minggu sekali, aku dan teman-temanku selalu ke pasar untuk membeli bahan makanan (ayam, ikan, sayur, telur, dll), dan hanya mengeluarkan uang sebesar 200-250 NTD per orang. Untuk beras, minyak, dan bahan pendamping lainnya (saos, bumbu, dll), hanya menghabiskan uang sekitar 500-1000 NTD perbulannya. Sedangkan kalau kalian beli katering, untuk makan dua kali sehari, kalian bisa menghabiskan 3000 NTD (50 x 2 x 30 hari).
Bisa kalian bayangkan perbedaannya kan? Estimasi pengeluaran untuk makan selama sebulanku hanya sebesar 1500 NTD. Sedangkan sisanya untuk beli jajan, bubble milk tea, atau biasanya beli hotpot, dsb. Gak heran kalau sebagian temanku bilang kalau aku sering jajan, ya karena biaya makan kita sangat minim 😅
c. Biaya transportasi
Biaya transportasi 0 NTD karena aku menggunakan sepeda sebagai alat transportasi untuk pergi ke kampus. Sepeda ini bisa kalian dapatkan secara gratis dari pihak kampus.
d. Biaya lainnya
Biaya lainnya yang aku maksudkan di sini adalah biaya untuk membeli kebutuhan bulanan seperti sabun, sampo, dll.

Jadi, bagaimana? Biaya hidup di Tainan ini gak jauh beda kok dari biaya hidup di Jakarta. Tinggal bagaimana cara kalian mengatur pemasukan dan pengeluaran. Semoga bermanfaat~
  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Jadi di postingan kali ini, aku akan membahas tentang pengalamanku tinggal di Kota Tainan, Taiwan selama hampir dua tahun. Happy reading~

Berawal dari September 2018, pertama kali aku menginjakkan kaki di negeri formosa untuk melanjutkan studi masterku. Jauh beberapa bulan sebelum aku membulatkan niat untuk melanjutkan studi di Taiwan, banyak sekali kekhawatiran yang ada di benakku, dan mungkin menjadi kekhawatiran bagi beberapa orang yang akan sekolah atau kerja di luar negeri.

"Apakah aku bisa beradaptasi dengan mudah di negara ini?" Terlebih lagi ini pertama kalinya aku tinggal jauh dari keluarga.
"Apakah aku bisa berteman dengan warga lokal?"
"Apakah aku dan mereka nanti bisa menerima segala perbedaan yang ada?"
"Apakah aku bisa dengan mudah mendapatkan makanan halal?"
"Apakah aku bisa mendapatkan tempat ibadah dengan mudah?"
Karena kita tahu Taiwan adalah negara mayoritas non-muslim.

Tapi aku mencoba untuk mengesampingkan kekhawatiranku itu, aku sudah mendapatkan kesempatan untuk sekolah secara gratis di negara yang tingkat pendidikannya jauh di atas Indonesia, gak mungkin kan aku melewatkan kesempatan baik ini?

Alhamdulillah, semua kekhawatiran itu musnah ketika aku sudah tiba di Taiwan. Aku berhasil untuk beradaptasi di negara ini, meskipun tidak mudah, namun juga tidak begitu susah. Aku berhasil berteman dengan warga lokal, aku mendapatkan teman lab dan profesor yang sangat baik, teman-teman dari Indonesia pun juga sangat banyak. Aku dan teman-teman Taiwan bisa menerima segala perbedaan yang ada. Meskipun pada awalnya sangat susah untuk menentukan restoran yang cocok untuk kami. Tapi, kita bisa melewati itu semua, all you can eat atau hotpot restaurant adalah kuncinya, haha 🤭




Teman-teman Muslim Students Association NCKU

Profesor dan teman-teman lab, setelah acara Chinese New Year

Aku bisa mendapatkan  makanan halal dengan mudah di sini. Banyak sekali katering milik mahasiswa Indonesia yang bisa kita cicipi, banyak juga warung-warung yang menjual makanan Indonesia, dan bahkan banyak toko-toko yang menjual bahan makanan Indonesia. Lalu bagaimana dengan tempat ibadah? Lagi-lagi aku sangat bersyukur karena kampus tempatku menempuh studi ini sangat mendukung dengan adanya kegiatan ibadah dari berbagai macam agama. NCKU punya banyak sekali musholla di beberapa jurusan, alhamdulillah 😄

Jadi buat kalian yang ingin melanjutkan studi atau kerja di Taiwan ataupun di lingkungan yang menurut kalian asing. Jangan takut, jangan khawatir, ambil segala kesempatan yang ada. Jangan jadikan kekhawatiranmu sebagai penghalangmu untuk menggapai segala sesuatu yang kamu impikan. åŠ æ²¹!
  • 0 Comments


Hi semua!

Kali ini aku akan sharing pengalamanku ketika membuat financial statement di Bank Tabungan Nasional atau disingkat dengan BTN. 

Sebenarnya financial statement itu apa sih? 
Jadi, financial statement atau dikenal juga dengan sebutan bank reference merupakan surat pernyataan resmi yang dikeluarkan dari pihak bank yang berisikan tentang keadaan keuangan kalian saat ini (saldo dalam buku tabungan). 

Terus bedanya sama rekening koran apa?
Financial statement merupakan pernyataan yang disusun dengan format seperti surat, sedangkan rekening koran ini merupakan selembaran kertas yang berisikan transaksi-transaksi yang kalian lakukan. Formatnya kurang lebih seperti yang ada dibuku tabungan kalian, namun lebih detail.

Financial statement ini sering digunakan bagi para siswa/mahasiswa untuk melamar beasiswa ke luar negeri. Selain itu, biasanya ketika seorang siswa/mahasiswa sudah diterima di suatu universitas di luar negeri, mereka harus mempunyai financial statement dengan saldo minimal yang sudah ditetapkan oleh pihak universitas. Tujuannya apa? Ya agar pihak universitas bisa yakin gitu loh, kalau kita punya modal buat sekolah dan tinggal di luar negeri.

Nah, kali ini aku membuat financial statement sebagai salah satu syarat pendaftaran beasiswa di National Cheng Kung University di Taiwan. Minimal saldonya berapa? Sebenarnya gak ada minimal saldo yang diinginkan dari pihak universitas, hanya saja saldo rata-rata yang dibutuhkan yaitu 50 juta rupiah. Tapi sekali lagi, minimal saldo tergantung dari kebijakan masing-masing universitas ya!

Awalnya aku berniat untuk membuat financial statement di BRI, tapi karena waktu itu pegawai BRI pada sibuk ngurusin gaji tentara, mereka menyanggupi financial statement akan selesai dalam kurun waktu minimal satu minggu, lama banget cuy! Dan ternyata untuk membuat financial statement kita harus buat surat pengantar terlebih dahulu. Nah loh, pas dateng ke BRI aku cuma bawa KTP dan buku tabungan doang :")

Yaudah karena jadinya lama kan, akhirnya aku coba ke BTN, tanya apa aja syaratnya, butuh surat pengantar atau nggak, biayanya berapa dan jadinya berapa hari. Di BTN ini prosesnya lebih cepat (2-3 hari kerja) dan biayanya lebih murah (aku lupa biayanya berapa, pokonya antara 80k-100k) dibanding BRI (170k). Seneng dong? Pasti haha! Setelah tanya, akhirnya aku pulang bikin surat pengantar, terus transfer duit dari BRI ke BTN, rempong sih tapi ya mau gimana lagi. Dan yang perlu diperhatikan, pembuatan financial statement hanya bisa dilakukan di bank-bank pusat di kota kalian yaa!

Jadi, yang perlu kalian bawa ketika membuat financial statement:
1. Surat pengantar (beri tujuan yang jelas mengapa ingin membuat financial statement)
2. Buku tabungan (kalau mau bikin di BTN ya pake buku tabungan BTN).
3. KTP, kartu ATM
4. Duit
Untuk poin 2 dan 3, siapkan fotocopy-annya juga ya buat jaga-jaga.

Berikut contoh surat pengantar dan hasil financial statement-ku.



Sekian pengalamanku membuat financial statement, semoga bermanfaat!






  • 12 Comments
Hi semua!

Finally, setelah perjuangan yang cukup panjang untuk menyelesaikan skripsiku, akhirnya aku bisa lulus 3.5 tahun, meskipun tetep masuk semester 8. Yeay! Terus keuntungannya apa lulus 3.5 tahun kalau sama-sama tetep bayar UKT? Yahh, sebenarnya sih gak untung-untung banget sih ya, tapi seenggaknya tanggung jawab ke orang tua untuk menyelesaikan studi tepat waktu sudah terbayar, sudah lunas gan! Alhamdulillah.

Sebagai penyandang gelar "pengangguran" baru, ceilah newbie, kali ini aku bakalan share pengalamanku melakukan Medical Check Up (MCU) di Sanan Medika, Malang. Medical Check Up ini aku lakuin sebagai syarat untuk mendaftar beasiswa ke luar negeri. Bagi seluruh pembaca, mohon doa restunya ya, semoga bisa lolos. Aamin.

Setelah cari informasi biaya MCU di berbagai pelosok dunia, akhirnya aku memutuskan untuk melakukan MCU di Sanan Medika. Kenapa? Sebenarnya niat awal pengen MCU di RSUB, tapi apa daya, setelah datang ke lokasi, mereka tidak menyediakan paketan MCU, jadi kita, para pasien, diharapkan membawa format sendiri, mau periksa apa aja, gitu. Karena dari pihak penyedia beasiswa tidak memberikan format, dan aku juga gak ngeh sama apa-apa aja yang harus diperiksa, jadilah aku dengan modal nekat dan aplikasi Maps pergi ke Sanan Medika yang terletak di daerah Sanan, yha.

Pertama kali masuk, suasanya sepi gan hehe. Dari tempat informasi, gak ada satupun pasien yang nampak, gaktau lagi kalau yang lain hiiy. Tapi alhamdulillah, paketan yang disediakan cukup murah kalau dibanding dengan rumah sakit atau laboratorium lain. Jadi terdapat 2 paket hemat yang disediakan oleh pihak laboratorium, pertama seharga 275.000 dan yang kedua seharga 300.000. Perbedannya hanya terdapat pada tes hepatitis dan EKG. Jadi kalau paket pertama ada tes hepatitis B, nah kalau paket kedua ada tes EKG.

Setelah tanya ngalor ngidul, akhirnya aku memulai MCU. Oh ya, perlu diingat, sebelum melakukan MCU, kalian wajib puasa 10-12 jam sebelum tes! Puasa makan aja kok, kalau minum boleh nggak? Boleh banget! Minum segalon? Silahkan!

Setelah masuk ke ruang tengah, sempat mikir lagi, ini kok suasananya sepi bangettt. Gak ada pasien lain gitu loh, kan serem 😅 Trus akhirnya sama mbak yang jaga di tempat informasi tadi disuruh masuk ke ruangan untuk diambil darahnya. Yang ngambil darah mbak yang tadi di tempat informasi, lah :')


Setelah darah kalian diambil, selanjutnya kalian bakalan disuruh pipis buat tes urin. Nah, kalau udah ambil pipisnya, selanjutnya kalian bakal disuruh makan. Makan apa aja, bebas sih kata mbaknya. Setelah 2 jam selesai makan, kalian disuruh balik lagi ke lab dan diambil lagi darahnya, tapi kali ini ambil darahnya kayak tes golongan darah gitu, cuma diambil sedikit.

Selanjutnya tahap terakhir, tes EKG. Kalian harus telanjang dada karena bagian dada, pergelangan tangan dan pergelangan kaki kalian bakalan di tancepin sesuatu. Dan kalau aku lihat dan aku amati, alat yang ditancepin itu bukan elektroda yang bunder putih tinggal tempel, tapi alat yang rada jadul gitu, yang dijepit. Eh tapi gaktau lagi ding, sok tau ah.

Nah setelah itu, kalian tinggal ambil hasil tesnya deh, untungnya disini gak butuh nunggu hasil tesnya berhari-hari. Dan jangan lupa bayar ya!


Terus kan ini untuk apply beasiswa ke luar negeri, apakah hasil MCUnya juga berbahasa inggris? Jawabannya, tidak! Tapi tenang aja, buat kalian yang butuh hasilnya dalam bahasa inggris, bilang aja ke mbak petugasnya, kalian bisa translate sendiri, kemudian minta tolong ke petugasnya untuk di-print-kan sesuai dengan format yang sudah ada. Gratis kok!



Oh ya, dan yang perlu diingat, paketan MCU ini tidak termasuk tes fisik, jadi gak ada tuh ngukur tinggi badan, berat badan, tensi, dsb. Jadi kalau kalian butuh tes fisik, langsung aja tanya ke mbak petugasnya hehe.

Sekian review dari aku, semoga bermanfaat!
  • 2 Comments
Assalamu'alaikum semuanya!

Yap! setelah sekian lama nganggurin blog, akhirnya aku nyempetin buat nulis di tengah-tengah penantian jadwal Seminar Hasil yang tak kunjung keluar *hiks *sedih *nasibmahasiswasemestertua. 

Buat kalian-kalian yang udah semester tua dan kebetulan kuliah di Univesitas Brawijaya, pasti banyak yang cari info tes TOEFL di INBIS kan? Nah, kali ini aku bakal share pengalaman tes TOEFL di INBIS yang aku lakukan beberapa bulan yang lalu. Selamat membaca!~

Jadi, salah satu syarat untuk mendaftar wisuda di Universitas Brawijaya adalah dengan mengikuti tes TOEFL ITP yang diadakan oleh UB sendiri. Karena aku kebetulan mahasiswa semester 7 dan bermimpi buat lulus 3,5 tahun tapi gak kesampean *hiks*, aku sama temen-temen aku bertekad buat daftar tes TOEFL di INBIS awal bulan November. Waktu itu sih ngiranya tes bakal dilaksanain 1-2 bulan kedepan, karena banyak banget desas-desus kalau daftar tes TOEFL ini harus ngantri berbulan-bulan. Tapi waktu giliranku, tesnya dilaksanakan tanggal 29 November. Jadi pelaksanaan tes ini tergantung dari banyaknya peserta yang daftar. Kalau pas rame ya bakalan nunggu 1 bulanan, maybe?

⇒ Cara daftarnya gimana? Kalian tinggal dateng aja ke INBIS, terus menuju tempat pendaftaran yang ada di lantai 1. 
⇒ Tempat pendaftarannya dimananya sih? Dari pintu masuk, kalian lurus aja mentok, nah, disitu tempat pendaftaran tes TOEFLnya.
⇒ Apa aja yang perlu dibawa waktu daftar? Bawa bolpen aja buat nulis data diri, kayak nama, nim, email, no.hp dll. Nanti kalian bakalan registrasi di buku dan di komputer. Cuman sistem yang baru sekarang kayaknya udah bisa daftar online ya? Cuman aku gaktau gimana prosedurnya hehe.

Nah, setelah daftar, nanti kalian bakalan dapet sms dan email tentang tanggal, waktu pelaksanaan, dan daftar peserta tes TOEFL. Jadi, dalam 1 hari bakalan ada 2 sesi, yaitu sesi I (Pukul 07.30-10.30), dan sesi II (Pukul 11.30-14.30). Tiap sesi kuota pesertanya adalah 200 orang, dan bakalan dibagi menjadi 4 kelas yang berbeda.

Waktu hari H gimana? Jadi karena aku dapet sesi II, dimana sesi II adalah sesi jam ngantuk, jam lapar dan jam lelah *lebay haha* aku kasih saran buat kalian buat makan siang dulu, sholat dulu, karena jam 11.30 itu kalian masih bakal nunggu lama. Kalian wajib hadir 30 menit sebelum jam 11.30 buat absen dulu di lt.1, trus masih nunggu kelasnya boleh dimasukin, ini lama banget, seingatku nunggunya 30 - 60 menitan. Setelah kalian masuk di kelas masing-masing, masih nunggu lagi 30 menitan. Gakpapa ya, hitung-hitung latihan nunggu dosen pembimbing haha. Nah, udah capek nunggu kan? Sekarang giliran capek mikir ngerjain soal-soalnya hihi~. 

Kalian udah tau kan tes TOEFL ada berapa sesi? Yap! ada 3 sesi, sesi listening, structure sama reading. Gunakan waktumu sebaik mungkin. Semua jawaban wajib diisi! Soalnya, kata mba-mbanya kalo ada 1 aja nomer yang gak diisi, nomer-nomer di bawah nomer yang gak diisi bakalan gak kebaca, alias kosong, alias percuma kalian ngerjain.

Oh ya, saat pelaksanaan tes, tas, hp dan barang-barang yang gak penting wajib di taruh di depan kelas. Dan yang bawa HP, alangkah baiknya HP nya dimatiin! karena HP bunyi itu mengganggu konsentrasi banget, apalagi kalau bunyinya pas sesi listening hhh.

Nah, kalau udah selesai tesnya, kalian bisa ngambil hasil tes TOEFLnya 8 minggu setelah tes. Dimana? Kalau aku sih ngambilnya di Dekanat Fakultas aku.

Jadi, kalau kalian dapet skor diatas 460 kalian bakalan dapet sertifikat tes TOEFL, tapi kalau skor kalian dibawah 460 kalian cuma dapet rincian hasil tesnya aja. Alhamdulillah aku berhasil dapetin sertifikat meskipun dengan nilai yang pas-pasan 😌 So, buat kalian yang mau ngambil tes, persiapkan tes ini dengan sebaik mungkin, mumpung tidak dipungut biaya! Fighting!





Sekian review tidak jelas dari aku, semoga bermanfaat hehe. Bye-bye~~

  • 17 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Halo readers! Kali ini aku mau review salah satu tempat nge-mie yang lagi populer di Malang Raya nih.

Nama: Mie Cobek
Alamat: Jl. Kawi Atas 34B Malang (Depan BCA Kawi)
Jam Buka: 09.00-21.30 (Setiap hari)
Instagram: @miecobek

Jadi sebenernya Mie Cobek ini udah lama buka teman-teman, cuman aku baru sempet kesana sekitar bulan September lalu, soalnya selama ini kalo nge-mie kalau gak ke Mie Setan ya ke Mie Galau :') Dan ternyata Mie Cobek ini recommended banget loh, dengan harga yang murah kalian bisa ngerasain bumbu khas Mie Cobek yang nampol banget, apalagi yang Mie Cobek Kuah. Kuahnya bikin nagih banget nget nget!

Meskipun kalau dilihat dari luar Mie Cobek ini tempatnya cukup kecil, tapi pas udah masuk tempatnya cukup luas loh. Kedai Mie Cobek ini terdiri dari 2 lantai, tapi tiap kesana lantai 2 nya selalu tutup. Padahal di lantai 2 ini diiming-imingi dengan adanya tv cable lol. Dan menurut aku sih Kedai Mie Cobek ini cocok banget buat tempat ngerjain tugas, tapi sayangnya cuman ada 2 colokan aja di lantai 1, berharapnya sih tiap meja ada colokannya gitu hahah :')



Suasana Lantai 1 Mie Cobek

Untuk menunya sendiri ada berbagai macam mie yang bisa kalian cicipi. Kalian bisa pilih antara level 1-10. Tapi gak cuma mie aja loh, kedai ini juga menawarkan menu seperti bakso, nasi ayam dan juga lalapan. Untuk masalah harga? gak usah khawatir, harganya terjangkau kok bagi siswa / mahasiswa.




Terjangkau banget kan harganya. Buat kalian yang dateng bareng teman-teman atau keluarga kalian, aku saranin minumnya beli yang pitcher biar hemat. Lumayan banget loh 1 pitcher bisa untuk 5-6 orang. 

Nah, jadi waktu ke Mie Cobek ini aku nyobain Mie Cobek Ayam Kremes (Double) dan Mie Kuah Cobek Ayam (Single). Single, double ini apa sih maksudnya? Jadi, single, double ini menentukan banyaknya topping pada mie kalian. Kalau aku saranin sih, beli yang double biar makin mantep. Cukup dengan menambah uang 2ribu, kalian bisa dapetin topping yang menurutku lebih dari 2 kalinya single. Apakah kalian mengerti maksudku? Wkwkw.



Jadi penilaian pribadiku tentang Mie Cobek adalah sebagai berikut:

Rasa : 4/5
Harga : 4/5
Pelayanan: 3.7/5
Suasana: 3.7/5

Jadi sekian reviewku tentang Mie Cobek ini. Maaf kalau reviewnya gak lengkap atau bahkan gak jelas lol.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.






  • 2 Comments
Assalamu'alaikum semuanya. Kali ini aku mau review dan merekomendasikan salah satu webtoon yang lagi hits, judulnya yaitu LOOKISM. 

Judul: Lookism
Author: Park Tae Joon
Genre: Drama
Publish: 2014 - sekarang 
Rating Line Webtoon: 9,79

Sebenernya aku baca webtoon baru akhir-akhir ini sih, karena emang dulu gak terlalu minat baca komik. Baca komik juga palingan baca Detective Conan, dan itu terakhir baca 3-4 tahun yang lalu lol. Nah, terus gimana sih ceritanya kok tiba-tiba baca webtoon? Jawabannya adalah karena G A B U T, padahal udah semester tua, masih aja bisa bilang gabut :')

Ok, back to topic. 
Jadi LOOKISM ini webtoon ciptaan Park Tae Joon, Webtoonist asal Korea Selatan. Mungkin kalian udah pada kenal kan sama yang namanya Park Tae Joon? Gimana gak kenal, webtoonist kelahiran 1985 ini punya wajah tampan dan dia dulunya adalah seorang ulzzang. Ulzzang itu apa sih? kalian bisa baca di post-an aku 6 tahun yang lalu [DISINI]. Selain menjadi seorang ulzzang dan webtoonist, ternyata PTJ ini merupakan seorang CEO shopping mall bernama ABOKI. Wah, keren banget ya :)

Park Tae Joon Then and Now
[sumber: dramafever, about.me]

Usut punya usut, ternyata aku udah kenal (ngaku-ngaku wkw) sama PTJ dari tahun 2012. Dia ini temen facebook aku, dan aku dulu sering spam di akun facebook dia, DM dia, dan sering dibales guys :') Dulu kenalnya ketika dia jadi ulzzang. Dan seiring berjalannya waktu, aku kaget ketika ternyata author LOOKISM adalah PTJ yang aku kenal. Aku shock dan heboh sendiri, ternyata dia pinter banget gambarnya wkw. Dan ketika aku lihat PTJ di acara talkshow korea "Happy Together" ternyata  ahjussi eh oppa satu ini keliatan jauh lebih berisi :')

Sekian dulu perkenalan dari oppa ganteng ini. Mari kita bahas tentang komik LOOKISM!

Jadi LOOKISM itu sendiri bercerita tentang seorang anak SMA bernama Park Hyeong Seok yang selalu dibully karena memiliki visual yang kurang. Dia selalu dijadikan bahan lelucon, jadi korban kekerasan hingga dijadikan budak oleh teman sekolahnya. Hingga suatu saat ketika Park Hyeong Seok bangun dari tidurnya, dia menemukan dirinya sendiri sedang berada dalam keadaan tidur dan dia menyadari bahwa dia bangun dengan wujud yang berbeda. Ya, Park Hyeong Seok bangun dengan visual yang sempurna. Wajah tampan, badan atletis, dan suara yang indah. Visual sempurna tersebut membuat kehidupan seorang Park Hyeong Seok berubah 180 derajat. Penasaran dengan kisah selanjutnya? Cus langsung baca via Line Webtoon.
 
 Park Hyeong Seok

Sebenernya awal baca lookism (episode 1) aku kurang tertarik, karena diawal ada peringatan berbunyi:
"Webtoon ini mengandung muatan dewasa seperti kekerasan, pakaian minim, konsumsi minuman keras, rokok, dll. Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut, dianjurkan untuk tidak membacanya"
selain itu, isi cerita dari episode 1 itu emang full bullying. Jadi sempat mikir, ih ini komik ceritanya kok kayak gini sih, tokoh-tokoh di epidose 1 juga gak ada yang menarik (good looking) hehe. Tapi karena rating yang cukup tinggi, aku terus baca lookism. Dan emang worth it banget baca webtoon ini. Banyak banget hikmah yang bisa kita petik dari cerita LOOKISM, dan emang banyak tokoh good looking dengan karakter-karakter yang unik.

Cerita yang diangkat LOOKISM merupakan cerita dalam kehidupan sehari-hari. Gak cuma bercerita tentang kasus bullying, LOOKISM juga mengangkat cerita mulai dari sosial hingga politik yang terjadi di Korea Selatan. Selain memiliki cerita menarik, yang membuat LOOKISM dicintai oleh para pembaca adalah karena adanya tokoh pendamping yang ganteng-ganteng. Dan perlu kalian tahu, tokoh dalam komik ini sebagian besar nyata. Menarik banget kan!! Selain itu, PTJ juga membuat OST Lookism, yang dinyanyikan oleh Park Hyeong Seok dan Pyeon Deok Hwa dari episode 27. Kalian bisa lihat videonya [DISINI]

 Pyun Deok Hwa dan Park Hyeong Seok [Episode 27]

Lookism versi Korea yang diupload di Naver udah sampai episode 144, sedangkan versi Indonesia yang ada di Line Webtoon masih berada di episode 137. Jadi kalau kalian penasaran banget sama kelanjutan episode LOOKISM dan bisa bahasa Korea, langsung aja baca lookism [DISINI]


Tokoh-tokoh LOOKISM:
Park Hyeong Seok




Instagram: @92_hyungseok

Hong Jae Yeol

Lee Jin Sung


Vasco (Euntae Lee)

Pyun Deok Hwa


Sebenernya, masih banyak tokoh-tokoh pendamping lain seperti Ibu Hyeong Seok, Mijin, SooJung, Yui dan lain sebagainya. Daripada semakin penasaran, yuk baca LOOKISM! :)







  • 3 Comments
Older Posts Home

Location

About me


"Trust yourself and everything you want will come true”


Follow Us

  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram

Professor and Labmates ❤

Labels

Beasiswa Contact Elektro Event Korea Corner Kuliner Materi Review Story Taiwan ulzzang Webtoon Wedding Preparation

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top