Welcome to my blog!

  • Home
  • Contact
Assalamu'alaikum readers!

Melanjutkan tulisanku DISINI, aku akan menjelaskan secara detail vendor-vendor yang telah aku pilih. Di postingan kali ini aku akan share pengalamanku dalam memesan undangan pernikahan.

Source: instagram @aneka_advertising

Setelah survey di beberapa tempat, akhirnya aku memberanikan diri untuk memesan undangan di @aneka_advertising. Kenapa memberanikan diri? Karena @aneka_advertising ini berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah, yang berarti aku tidak bisa memantau kondisi fisik undangan secara langsung. Tapi tenang aja, katalog yang mereka berikan sangat lengkap, disertai video yang memperlihatkan undangan secara detail. Selain itu, @aneka_advertising ini memiliki model undangan yang sederhana namun terlihat mewah, dengan harga yang sangat miring (< Rp 10.000). 


Gimana? Lucu-lucu banget kan undangannya~ Di acaraku kali ini, aku memilih desain Exclusive Gen 08.1 dengan sedikit modifikasi.

Jika dibandingkan dengan beberapa vendor di Malang, harga undangan di @aneka_advertising ini murah banget, terlebih lagi jika kalian hanya memesan undangan dengan jumlah sedikit, harga yang mereka tawarkan tidak terlalu berbeda jika memesan undangan dengan jumlah banyak. Selain itu, mereka selalu memberikan promo setiap bulannya dan kalian juga bisa memodifikasi desainnya. Worth it banget deh pokoknya!

Untuk pelayanan yang mereka berikan, lumayan lah ya. Setelah kalian memilih desain yang diinginkan, kalian harus membayar DP, dan kemudian akan diarahkan ke bagian designer. Dalam proses ini, kalian hanya boleh merevisi desain sebanyak 5 kali. Selanjutnya, setelah semuanya fix, kalian akan dihubungi oleh tim CS. Mereka akan menelfon kalian untuk memastikan segalanya sudah fix dan jika ada kesalahan desain atau typo bukan menjadi tanggung jawab mereka lagi.

Kemudian, bagaimana dengan ongkos kirimnya? 
Mereka menyarankan untuk menggunakan JTR JNE, ongkos kirimnya cuma 45.000 aja. 

Hingga aku mempublish tulisan ini, aku masih belum menerima undangannya. Semoga hasilnya sesuai dengan ekspektasi deh. Aku akan update lagi setelah menerima paketanku. Jadi, tunggu update-an selanjutnya yaa.

(UPDATED)


Yes! I highly recommend @aneka_advertising as your wedding invitation vendor! Undangannya sesuai dengan apa yang mereka pamerkan di media sosial, cuttingannya rapih, dan paketnya sampai dengan aman. Alhamdulillah~


  • 1 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Di postingan kali ini aku akan share pengalamanku dalam mempersiapkan pernikahanku yang inshaAllah akan dilaksanakan tahun 2022. Doakan semoga semuanya berjalan dengan lancar yaa.


Mempersiapkan pernikahan itu memang menyenangkan, tapi dengan kondisi pandemi seperti ini banyak sekali persiapan ekstra yang harus dilakukan. Jadi, apa aja sih yang harus dipersiapkan sebelum menentukan vendor pernikahan?

1. Tanggal atau bulan pernikahan
Tanggal atau bulan pernikahan ini penting banget ya untuk segera dibahas. Kenapa? Karena ketika kalian memesan vendor, kalian akan ditanya kapan akan melangsungkan akad dan resepsi. Sehingga para vendor bisa mengosongkan jadwal mereka di tanggal tersebut. 
Selain itu, untuk beberapa orang yang masih mengusung adat jawa, tanggal pernikahan akan sangat rumit untuk ditentukan. Kalian harus menghitung weton dan lain sebagainya, jadi pastikan kalian harus menentukan tanggal pernikahan jauh-jauh hari ya!

2. Jumlah tamu undangan
Banyaknya tamu undangan menentukan budget yang harus kalian persiapkan. Semakin banyak tamu, maka akan semakin banyak pula biaya untuk catering, souvenir, dan undangan yang perlu kalian persiapkan. Selain itu, banyaknya tamu juga mempengaruhi venue yang harus kalian pilih. 
Di tengah kondisi pandemi seperti ini, mengundang saudara, sahabat dan kerabat dekat adalah pilihan yang sangat bijak. Selain karena peraturan pemerintah yang tidak menentu, mengadakan pernikahan dengan hanya mengundang kerabat dekat juga akan membuat suasana menjadi lebih intim dan hangat.

3. Budget
Budget ini juga salah satu hal terpenting yang perlu kalian persiapkan. Pemilihan vendor akan sangat bergantung dari budget yang kalian siapkan. Jadi, pastikan kalian mengelola budget dengan bijak ya~

4. Survey vendor
Sembilan bulan sebelum hari-H, aku sudah mulai survey ke beberapa vendor untuk menanyakan harga, detail, dan fasilitas apa saja yang bisa kita dapatkan. Aku juga membuat file khusus di google drive mengenai harga beberapa vendor di Malang. Kalian bisa contact aku jika berminat.

Nah, kali ini aku akan share vendor-vendor apa aja yang aku pilih.
1. MUA: @naimah_makeup
2. Attire: @fatir.weddingofficial
3. Catering: @dutacatering_official
4. Photo and Video: @nicio.wedding
5. Dekorasi: @adiwarnadecoration
6. Venue: Masjid Sabilillah dan Widyagraha Hall
7. Wedding Organizer: @oppie_wedding_organizer
8. Souvenir: @laifisouvenir dan @fathaniasouvenir 
9. Undangan: @aneka_advertising
10. Band: @iniHD
11. MC: kak Mario 
  • 0 Comments
Assalamu'alaikum readers! Apa kabar semuanya? Semoga disituasi yang penuh keterbatasan ini, kita dan keluarga selalu diberi kesehatan dan dijauhkan dari COVID-19 ya!

Di postingan kali ini aku akan berbagi pengalaman bagaimana cara mencari advisor yang akan membimbing thesis kalian.

Kenapa sih memilih advisor itu penting? Karena advisor ini yang akan kalian temui tiap harinya. Kalian akan melakukan personal meeting, group meeting, jalan-jalan lab, makan bareng, dsb, bareng advisor kalian. Jadi pastikan kalian mendapatkan advisor yang tidak hanya membimbing kalian, tapi juga bisa diajak berdiskusi tentang apapun.




Sebelum memilih advisor, ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui:

1. Research expertise advisor
Research expertise ini menjadi penentu topik thesis yang akan kalian ambil. Usahakan kalian harus memilih advisor dengan keahlian yang sesuai dengan minat kalian agar kedepannya kalian bisa melakukan eksperimen dengan nyaman.

2. Track record alumni
Menurutku track record alumni ini penting. Kenapa? karena ada beberapa Profesor yang memiliki ekspektasi sangat tinggi terhadap mahasiswanya (hal ini sangat bagus tentunya), tapi kalau mahasiswa tersebut tidak bisa memenuhi ekspektasi sang advisor, maka hal ini akan berpengaruh terhadap lamanya kalian duduk dibangku kuliah. Jadi pastikan kalian bisa memenuhi ekspektasi advisor tanpa mengorbankan lama studi kalian ya!

3. Salary
Beberapa laboratorium tentunya akan memberikan salary kepada mahasiswanya. Jika salary menjadi sesuatu yang sangat kalian butuhkan untuk menunjang kebutuhan hidup, pastikan calon advisor kalian memberikan salary dengan jumlah yang OK.

Lalu bagaimana cara untuk mengetahui itu semua?

1. Cek data profesor di website jurusanmu
Kalian bisa memilah calon advisor dengan research expertise yang sesuai minat kalian.

2. Cek website laboratorium calon advisormu
Website laboratorium ini akan sangat membantu kalian dalam mencari informasi mengenai research expertise, anggota lab, publikasi, fasilitas lab, dsb.

3. Tanya anggota lab/alumni yang berasal dari Indonesia
Anggota lab/alumni dari Indonesia tentunya menjadi penolong disaat kalian tidak memiliki informasi apapun tentang kehidupan kampus disana. Ada beberapa hal yang bisa kalian tanyakan:

  • Pemilihan topik. Apakah topik tesis mengikuti proyek Prosesor atau mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih topiknya sendiri.
  • Lingkungan laboratorium. Bagaimana lingkungan laboratorium tersebut, apakah anggota labnya bisa diajak bekerja sama. Suasana lab ini tentunya akan mempengaruhi kita dalam melakukan eksperimen. Tidak hanya nyaman dengan advisor, tapi pastikan kalian harus nyaman dengan teman lab kalian juga ya.
  • Gaji. Berapa gaji yang akan diberikan.
  • Konferensi. Apakah mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan konferensi di dalam atau luar negeri.

4. Email salah satu anggota lab
Jika tidak ada anggota lab/alumni dari Indonesia, kalian bisa bertanya pada anggota lab lainnya.

5. Email Profesor 
Jika kalian sudah menemukan advisor yang sekiranya cocok. Email Profesor untuk menanyakan apakah ada peluang bagi kalian untuk menjadi salah satu anggota labnya.


Sekian pengalaman dariku. Semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari advisor ya!~
  • 0 Comments
Have you ever experienced a quarter-life crisis?
I know right, for those who are over the age of twenty must have or are experiencing it.
And for the umpteenth time, I feel like I am in this stage. Again.



Two years ago, when I got a notification that I passed a scholarship for my master's degree in NCKU, I told my parents about this great news. They were very happy, of course. But when I told them that the scholarship is just 3000 NTD, they shocked and asked me, are you sure you can study there? are you sure you can live with that money? I think you need to consider more, even though we can send you money. And much more advice that actually I didn't want to listen to. Mom, Dad, this is my dream to study overseas, NCKU is a top three university in Taiwan, this great opportunity may just come once in my lifetime. I really want to say those words, but I just can't. I started to cry...

After a few days, I forced myself to convince them, Don't worry, I will get the salary from my advisor, even though at that time I didn't know how much money I will get. I just told them that I will get 6000 NTD a month. And after a long time, my parents gave me permission to study in Taiwan. I was really happy back then, thank you, Mom and Dad. Alhamdulillah, in my first year, I got a Sinopac Scholarship as much as 60.000 NTD, and yes, my advisor gave me 6000 NTD a month, even the scholarship from NCKU increases to 5000 NTD a month in my second year. Thank you to my family, thanks to your prayers, I can live and study well here.

I am in my last semester right now. A lot of things I wanna do. A lot of things I wanna try. A lot of chance I can get in Taiwan. I wanna find a job in Taiwan. For your information, we can get a salary five times higher than in Indonesia, even for the fresh graduate you can get a minimum salary of 40.000-60.000 NTD a month. I thought it will be good if I get a job here, I can help my parents to pay for my sister's and brother's school's fees. I also wanna continue PhD's degree here. I know it sounds like I am too greedy. But, have a lot of dreams is not a sin, right?

A few days ago, my Professor texted me. He asked me to consider a PhD's degree in NCKU. He told me that I have the potential in this area. This-is-Professor-who-told-me-about-this, not my lab mates or my friends. Even I am not sure about my capabilities, I started to consider this chance.

Right after Professor texted me, I asked one of my PhD labmates who have graduated. He told me, if you like to do something research, that's great? About your capabilities, you don't need to sure right now. Just do it. If you know what you want to achieve and you can make it. 

I also asked my roommates, they said, if you wanna be a lecturer, it's better if you continue your study right now. You are still young. You can focus on doing your research. If you want to get married, you can take a break for maybe one semester?

Once again, I asked my parents what should I do. A lot of consideration my parents and I have to think.

"Normally, it takes four years to finish the PhD's degree. You will graduate when you are 28." - I can try to finish it for less than four years.
"You are a woman. You need to get married as soon as possible. 28 is just too late to get married." - I can have a break at least a semester to get married.
"It is not good to be an independent woman, it will be hard to find a husband if your degree is too high." - what's wrong with being an independent woman with a high degree? If the man is not confident with this condition. It means that he doesn't suit me. As simple as that.
"It is better to find a university in Indonesia for you to work. You can do your PhD after get married. You can bring your husband with you." - If I am being a PhD, I will have more opportunities to teach at a good university, and... I am not sure if I can focus on my student life after I get married.

No positive response I got from my family.
Or
I am the one who can't see the positive perspectives?

I am on my quarter-life crisis right now. I am faced with many choices. All of those chances right in front of my eyes, but I even can't reach all of those dreams. Sometimes, I am being too sensitive, I am being too selfish and always blame the situation.

But, I hope everything goes well.
Hope this shit quarter-life crisis passes very soon.
Hope I can choose the right pathways.


  • 1 Comments
Assalamu'alaikum readers!

Jadi di postingan kali ini, aku akan membahas tentang pengalamanku tinggal di Kota Tainan, Taiwan selama hampir dua tahun. Happy reading~

Berawal dari September 2018, pertama kali aku menginjakkan kaki di negeri formosa untuk melanjutkan studi masterku. Jauh beberapa bulan sebelum aku membulatkan niat untuk melanjutkan studi di Taiwan, banyak sekali kekhawatiran yang ada di benakku, dan mungkin menjadi kekhawatiran bagi beberapa orang yang akan sekolah atau kerja di luar negeri.

"Apakah aku bisa beradaptasi dengan mudah di negara ini?" Terlebih lagi ini pertama kalinya aku tinggal jauh dari keluarga.
"Apakah aku bisa berteman dengan warga lokal?"
"Apakah aku dan mereka nanti bisa menerima segala perbedaan yang ada?"
"Apakah aku bisa dengan mudah mendapatkan makanan halal?"
"Apakah aku bisa mendapatkan tempat ibadah dengan mudah?"
Karena kita tahu Taiwan adalah negara mayoritas non-muslim.

Tapi aku mencoba untuk mengesampingkan kekhawatiranku itu, aku sudah mendapatkan kesempatan untuk sekolah secara gratis di negara yang tingkat pendidikannya jauh di atas Indonesia, gak mungkin kan aku melewatkan kesempatan baik ini?

Alhamdulillah, semua kekhawatiran itu musnah ketika aku sudah tiba di Taiwan. Aku berhasil untuk beradaptasi di negara ini, meskipun tidak mudah, namun juga tidak begitu susah. Aku berhasil berteman dengan warga lokal, aku mendapatkan teman lab dan profesor yang sangat baik, teman-teman dari Indonesia pun juga sangat banyak. Aku dan teman-teman Taiwan bisa menerima segala perbedaan yang ada. Meskipun pada awalnya sangat susah untuk menentukan restoran yang cocok untuk kami. Tapi, kita bisa melewati itu semua, all you can eat atau hotpot restaurant adalah kuncinya, haha 🤭




Teman-teman Muslim Students Association NCKU

Profesor dan teman-teman lab, setelah acara Chinese New Year

Aku bisa mendapatkan  makanan halal dengan mudah di sini. Banyak sekali katering milik mahasiswa Indonesia yang bisa kita cicipi, banyak juga warung-warung yang menjual makanan Indonesia, dan bahkan banyak toko-toko yang menjual bahan makanan Indonesia. Lalu bagaimana dengan tempat ibadah? Lagi-lagi aku sangat bersyukur karena kampus tempatku menempuh studi ini sangat mendukung dengan adanya kegiatan ibadah dari berbagai macam agama. NCKU punya banyak sekali musholla di beberapa jurusan, alhamdulillah 😄

Jadi buat kalian yang ingin melanjutkan studi atau kerja di Taiwan ataupun di lingkungan yang menurut kalian asing. Jangan takut, jangan khawatir, ambil segala kesempatan yang ada. Jangan jadikan kekhawatiranmu sebagai penghalangmu untuk menggapai segala sesuatu yang kamu impikan. åŠ æ²¹!
  • 0 Comments
Older Posts Home

Location

About me


"Trust yourself and everything you want will come true”


Follow Us

  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram

Professor and Labmates ❤

Labels

Beasiswa Contact Elektro Event Korea Corner Kuliner Materi Review Story Taiwan ulzzang Webtoon Wedding Preparation

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top