Welcome to my blog!

  • Home
  • Contact
lanjuut lagi ngomongin makanan Korea, yuk yukk keburu ngiler nih

1. Miyeokguk (미역국)


Sebuah buku 『Chohakgi』yang ditulis pada dinasti Tang, Cina memberikan catatan bahwa orang Goryeo mendorong kaum ibu yang baru melahirkan untuk mengkonsumsi miyeok sejenis rumput laut setelah menyaksikan ikan paus memakan rumput laut untuk menyembuhkan luka terdapat waktu melahirkan anaknya. Pada buku bernama "Bonchogangmok" kita dapat menemukan satu catatan bahwa warga penduduk Goryeo suka menyantap miyeok yang disebut sebagai 'Goryeo Haetae'. Miyeok merupakan makanan bagi ibu yang baru melahirkan guna memulihkan kondisi badannya karena berefek untuk pembersih. Menurut tradisi Korea masyarakat Korea pada zaman dahulu mempersembahkan miyeokguk atau sup rumput laut ini kepada 'Samsinhalmeoni' atau roh yang mengontrol kelahiran. Mereka menempatkan sup miyeok di atas bantal ibu hamil sejak seminggu sebelum melahirkan dengan mengharapkan proses kelahiran ibu hamil itu berlangsung lancar. Dengan demikian miyeokguk adalah makanan Korea yang penting karena mengandung makna kelahiran.

2. Tteokguk (떡국)


Tteokguk dapat ditulis dengan istilah Cina sebagai Byeongtang yang terdiri atas Byeong yang bermakna, kue basah dan Tang yang bermakna sup. Tradisi menyantap Byeontang pada Tahun Baru Imlek ini berasal dari dinasti Tang, Cina. Masyarakat Cina menyantap Byeongtang dari gandum sedangkan masyarakat Korea menyantap Tteokguk dari Garaetteok yang dibuat dari beras karena gandum tidak dihasilkan di tanah Korea. Terutama di daerah Gaeseong disantap Joraengi Tteokguk yang berbentuk kecil-kecil sedangkan di Seoul disantap Tteokguk yang berbentuk irisan bulat.

3. Jeyuk-bossam (제육보쌈)


Istilah Jeyuk dari kata Jeoyuk yang bermakna, daging babi dan Jeyuk-bossam adalah masakan yang disantap dengan cara membungkus daging babi dengan daun sayur bersama dengan saus. Masakan ini merupakan masakan khas Korea yang memiliki rasa harmonis dari daging babi rebus yang tidak berlemak dan Kimchi segar. Masakan ini sangat digemari masyarakat Korea sampai setiap rumah tangga menyiapkan Jeyuk-bossam pada setiap saat Kimjang yaitu waktu membuat banyak Kimchi menjelang musim dingin.

4. Sujeonggwa (수정과)


Sujeonggwa merupakan minuman dari kesemek kering dengan kuah. Tetapi, ini lebih sesuai disebut sebagai Jeonggwa daripada minuman. Sujeongga yang merupakan hidangan untuk tamu ini dibuat dengan cara Gotgam atau kesemek kering dimasukkan ke dalam kuah yang dimasak dari jahe dan kayu manis. Kesemek banyak dihasilkan pada musim gugur di daerah selatan Semenanjung Korea dan sering dipakai sebagai sesajen dan hidangan jamuan makan. Oleh sebab itu, dikembangkan cara menyimpan kesemek untuk jangka waktu lama dan Sujeongga diciptakan sebagai salah satu cara untuk memakan kesemek kering itu.

5. Yaksik (약식)


Pada dinasti Joseon, madu dianggap sebagai obat sehingga minuman keras yang mengandung madu disebut Yakju atau minuman keras obat, nasi yang ditanak bersama madu disebut Yakban atau nasi obat, dan kue yang dibuat dari madu disebut Yakgwa atau kue obat. Sebuah buku yang ditulis Hong Seok-mu pada tahun 1800 memuat sebuah cerita tentang masakan Yaksik ini. Sekitar pada tahun 488, seorang raja bernama Soji pada dinasti Silla menyelamatkan jiwanya berkat seekor burung gagak. Oleh sebab itu, hari bulan purnama pertama tahun lunar ditentukan sebagai hari Ogiil untuk memperingati jasa burung gagak dan Yaksik dipakai sebagai sesajen pada hari itu.

6. Hwayangjeok (화양적)

Hwayangjeok disebut juga sebagai Hwayangnurmi dan merupakan masakan yang dibuat dari berbagai jenis bahan, baik sayur dan daging dengan cara menumis dan dihidangkan dalam bentuk tusukan. Begitu indah penampilan masakan yang berwarna-warni dari berbagai jenis bahan itu seperti bunga sehingga masakan ini sering dihidangkan pada jamuan makan di kerajaan di Korea. Hwayangjeok ini pernah disebut juga dalam catatan tentang pesta ulang tahun ke-60 ibu raja Jeongjo.

7. Yukgaejang (육개장)


Istilah Yuk Gaejang berarti sup gaejang yang memakai daging sapi dengan menggantikan daging anjing. Pada masa kuno saat harga daging sapi mahal masyarakat Korea menyantap sup daging anjing untuk menambah energi. Masakan ini cukup terkenal sampai cara memasaknya disebut pada sebuah buku bernama tapi ada juga perselisihan di kalangan bangsawan dinasti Joseon tentang penyantapan daging anjing. Berdasarkan sebuah buku yang ditulis oleh Choi Nam-seon Yukgaejang itu diperkirakan dibuat oleh orang yang segan makan daging anjing itu. Di Korea Utara masakan ini disebut dengan nama 'Sodangogiguk' dan sangat digemari.

8. Baekseolgi (백설기)


Makanan tteok dianggap sangat berharga dan mewah pada saat beras adalah makanan berharga sehingga tteok dihidangkan pada hari istimewa dan disajikan sebagai sesajen. Di antara tteok Baekseolgi bermakna, tteok seperti salju karena ditulis dengan huruf Cina, Baek bermakna, putih, Seol bermakna, salju, dan Gi yang bermakna tteok. Berkaitan dengan kue tradisional ini, ada kebiasaan yang membagi-bagikan Baekseolgi kepada seratus orang pada hari ke-100 setelah anak dilahirkan dengan harapan anaknya selalu sehat dan berumur panjang.

9. Jeonbokjjim (전복찜)


Jeonbok atau kerang mata tujuh merupakan salah satu bahan makanan yang penting di kawasan Asia Timur. Di Korea juga kerang mata tujuh merupakan makanan mewah yang jarang sekali disantap oleh rakyat biasa. Kerang mata tujuh ditangkap di laut Barat dan Selatan serta Pulau Jeju, lalu dikeringkan dan dipersembahkan kepada raja pada masa kerajaan. Masakan dari kerang mata tujuh kering selalu dihidangkan pada jamuan penting, terutama pada pesta Girohoe yang dipersembahkan oleh raja setiap bulan Oktober untuk mengharapkan panjang umur bagi lansia. Cara umum untuk menyimpan ikan dengan lama adalah mengukus sehingga ada banyak jenis maskan ikan yang dikukus termasuk Jeonbokjjim.

10. Seolleungtang (설렁탕)

Ada beberapa tanggapan tentang asal usul masakan 'Seolleungtang' yang merupakan sup dari daging, organ dalam dan tulang sapi. Ada yang mengatakan Seolleungtang dipengaruhi masakan sup Mongolia pada zaman dinasti Koryeo. Ada juga yang mengatakan bahwa Seolleungtang mulai dinikmati pada awal zaman dinasti Joseon. Pada zaman itu, kerajaan harus menandai masyarakat dalam memulai pertanian pada tahun itu di daerah Sennongdan yang berlokasi di luar Dongdaemun sekarang. Raja Seajong setiap tahun menyediakan Seolleungtang untuk menyemangati masyarakat yang mengahdiri acara tersebut. Menurutnya, nama masakan sup ini dari nama tempat, Seonnongdan itu. Seollengtang merupakan masakan sup yang sering disantap oleh warga penduduk Seoul pada tahun 1910-an sehingga masakan ini disebut juga sebagai 'Seoul Seolleungtang'.

11. Bossam-kimchi (보쌈김치)


Bossam-kimchi merupakan makanan khas daerah Gaeseong dan disebut juga sebagai Bo-kimchi karena dimasak dengan membungkus bahan-bahan dengan daun sawi putih. Sawi putih yang dihasilkan biasanya lebih panjang dan lebar daunnya daripada sawi putih yang dihasilkan di daerah lain sehingga cocok untuk Bossam-kimchi. Bosaam-kimchi yang terdiri dari berbagai jenis bahan dan bumbu ini memiliki rasa lezat dan kaya dengan gizi. Oleh sebab itu, masakan sayur ini merupakan makanan mewah yang dihidangkan pada jamuan makan istimewa.

12. Baechu Kimchi (배추김치)


Kimchi, salah satu makanan kesukaan masyarakat Korea adalah makanan fermentasi yang disimpan lama. Oleh sebab itu, menjelang musim dingin masyarakat Korea tidak lupa membuat Kimchi yang akan dikonsumsi selama musim dingin. Kimchi pada awalnya disebut sebagai Dimchae dan ditulis Chimchae dalam huruf Cina. Kimchi dapat digolongkan 3 jenis, yaitu Chimchae yang berkuah, Jjanji yang diasinkan dengan garam, dan Jangajji yang diasinkan dengan taujo. Cara membuat Kimchi dari sawi putih dan lobak terdapat dalam sebuah buku kuno bernama Dongguksesigi yang diterbitkan pada abad ke-18. Terutama Kimchi sekarang yang dibumbui mulai dimasak pada pertengahan abad ke-18. Kimchi sawi putih yang dibuat dari sawi putih yang digarami dengan berbagai bumbu termasuk bubuk cabe merah dan terasi dapat memiliki rasa segar dan mewakili semua jenis Kimchi.

13. Jangjorim (장조림)


Jangjorim sebagai masakan daging yang dicampur dengan kecap asin merupakan salah satu cara memasak untuk menyimpan masakan dalam jangka waktu lama. Cara memasak ini sudah lama dipakai dan dicatat juga dalam buku kuno yang diterbitkan 3000 tahun yang lalu. Sejak kerajaan Joseon saat dilarang menyembelih sapi tanpa izin pemerintah, Jangjorim daging sapi sudah merupakan masakan mewah. Namun, pada tahun 1960-an dan 1970-an pun masakan Jangjorim tetap dianggap sebagai lauk yang berharga.

14. Kkakdugi (깍두기)


Nama Kkakdugi berasal dari bentuk potongan lobak berupa dadu. Walau zaman sekarang Kkakdugi tergolong makanan sederhana, namun masakan lobak ini merupakan makanan mewah yang disantap di istana pada zaman kerajaan Joseon. Dibandingkan dengan sawi putih, lobak dapat lebih lama disimpan sehingga di zaman dinasti Joseon berkembang banyak jenis Kimchi lobak seperti Dongchimi, Kimchi lobak berkuah, Chonggak Kimchi dari lobak kecil berdaun.

15. Tarakjuk (타락죽)


Istilah 'Tarak' berarti susu dan diperkirakan berasal dari bahasa Mongolia yang bermakna susu dari kuda. Di Korea sejak abad ke-4, kaum bangsawan meminum susu ini. Pada zaman kerajaan Joseon susu ini dianggap makanan berharga sehingga Tarakjuk yang dibuat dari susu merupakan makanan stamina yang termewah untuk raja pada waktu itu. Terutama raja Yeongjo yang paling panjang umurnya pada kerajaan Joseon diketahui suka menyantapnya. Tarakjuk dibuat dari susu dan tepung beras ini sering dihidangkan kepada raja-raja mulai awal musim gugur hingga selama musim dingin.

16. Insam-jeonggwa (인삼정과)


Jeonggwa adalah makanan cuci mulut dari buah dan akar tumbuhan berkhasiat yang dimasak bersama dengan madu dalam waktu lama. Pada zaman dinasti Joseon makanan Jeongwa ini sangat berkembang. Waktu itu gula adalah barang yang berharga sehingga madu sering dipakai untuk pembuatan Jeonggwa. Terutama Insam-jeonggwa ini merupakan makanan sehat dari ginseng yang dibuat untuk disimpan lama. Makanan ini dipakai juga untuk hidangan tamu. 

17. Nakji-bokkeum (낙지볶음)

Hingga zaman dinasti Joseon, gurita kecil dikukus, disupkan dan dikeringkan. Di daerah laut Barat, terutama Jeolla dan Chungcheong, gurita kering merupakan sesajen penting. Nakji-bokkeum adalah masakan gurita yang sangat pedas. Ini diperkenalkan oleh seorang pemilik restoran pada menjelang tahun 1961 dan menjadi makanan populer sehingga banyak restoran di bilangan Mugyodong, Seoul menjualnya. Daerah sekitar ini akhirnya terkenal sebagai jalan penjualan Nakji-bokkeum.

18. Jeonbokjuk (전복죽)

Jeonbok atau kerang mata tujuh merupakan salah satu bahan makanan yang termewah dan Jeonbokjuk adalah makanan kesukaan raja pada zaman dahulu. Kerang ini biasanya dipersembahkan kepada raja dari daerah pantai Selatan dan Pulau Jeju. Kerang mata tujuh ini memiliki protein tinggi, lemak rendah, dan kalori rendah. Salah satu unsur zat bernama Taurine berkhasiat untuk memperbaiki penglihatan, mencegah diabet, menahan peningkatan kadar kolesterol, dan meningkatkan fungsi jantung. Terutama karena Taurine ini memperbanyak dalam proses pengukusan dan pengeringan, Jeonbokjuk dapat menjadi makanan sehat untuk pasien yang sedang sembuh dari penyakit, ibu hamil, dan anak-anak yang lemah.

19. Eomandu (어만두)

Eomandu adalah masakan pangsit yang memakai daging ikan untuk kulitnya. Masakan ini merupakan juga salah satu masakan istana yang penting sejak awal zaman dinasti Joseon. Terutama Eomandu memiliki makna khusus, yaitu masakan pangsit dari Cina disesuaikan dengan dinasti Joseon dengan memakai daging ikan sebagai kulit pangsitnya.

20. Ssambap (쌈밥)

Ssambap adalah masakan yang disantap dengan membungkus nasi dengan sayur berdaun. Ssambap ini mempunyai sejarah panjang, karena kita dapat melacak catatan tetang Ssambap dalam buku-buku kuno Cina. Menurutnya dayang-dayang dari kerajaan kuno Korea, Koryeo memakan Koryeossam yaitu makanan nasi yang dibungkus dengan sayur. Ssambap dari nasi dan berbabagi sayur serta saus ini merupakan masakan yang dapat dimakan dalam satu suapan. 

21. Songpyeon (송편)

Songpyeon memiliki arti, kue beraroma daun cemara dan merupakan makanan khas untuk hari raya Chuseok pada tgl. 15 Agustus menurut kalender lunar. Sejak zaman dahulu, masyarakat Korea khusunya para petani mempercayai bulan dan berdoa kepada sang bulan itu. Lalu, mereka membuat kue berbentuk bulan separuh dari beras yang baru dipanen pada saat itu. Buku 'Donggukseasigi' yang berisi adat istiadat masyarakat Korea pada abad ke-18 mencatat bahwa masyarakat Korea senang membuat Songpyeon pada musim gugur dan kue itu dipersembahkan buat sesajen. 

source : world.kbs.co.kr/indonesian/
  • 1 Comments
mau tau apa aja sih makanan khas Korea? yuk, let's check it out

1. Gimbap (김밥)



 Gimbap sudah terkenal sebagai makanan bekal yang utama pada saat piknik. Bahan-bahan isi Gimbap dapat divariasikan tapi bayam, ham, wortel, telur, dan acar lobak asam dipakai sebagai bahan dasar. Untuk susi Jepang dipakai cuka sedangkan Gimbap Korea dipakai minyak wijen dan garam.

2. Sinseollo (신선로)
Nama asli Sinseollo adalah Yeolgujatang dan bermakna sup yang sesuai dengan selera. Masakan ini diperkenalkan dari dinasti Qing, Cina pada masa dinasti Joseon Korea dan dikembangkan sesuai dengan budaya makan Joseon. Masakan ini menjadi hidangan jamuan pesta yang terbagus dengan dilengkapi berbagai jenis bahan makanan. Dengan demikian, Sinseollo ini dapat dikatakan mewakili masakan Korea yang bergizi tinggi, rasanya enak, dan berpenampilan indah. 

3. Jatjuk (잣죽)

Cara memasak bubur biji pinus ini terdapat juga pada sebuah buku bernama Eumsik-dimibang pada abad ke-16. Masakan bubur dianggap sebagai makanan sehat dan berkaitan dengan kebaktian terhadap orang-tua pada zaman dinasti Joseon. Bubur biji pinus dibuat dari biji pinus yang mahal dan merupakan makanan penting sebagai hidangan untuk orang yang-tua. Selain itu, masakan ini dianggap juga sebagai makanan yang disantap oleh sang pertapa. Sementara unsur asam lemak tidak jenuh yang terkandung pada biji pinus baik untuk kesehatan kulit, menurunkan tekanan darah dan menunda penuaan.

4. Samsaek-namul (삼색나물)

Masakan Namul merupakan masakan Korea yang bersejarah lama karena ada sebuah catatan di buku bernama 'Goryeosa' bahwa tiga jenis masakan sayur, Namul selalu dihadiri sebagai sesajen di istana. Masakan Namul ini dipengaruhi agama Buddha dan disantap sepanjang tahun dengan memakai sayur kering yang disiapkan untuk musim saat tidak mendapat sayur segar. Mempersembahkan tiga jenis masakan sayur ini pada upacara spiritual bermakna mempersembahkan semua sayur.

5. Yeongyang-dolsotbap (영양돌솥밥 ) 

Periuk batu atau dolsot diperkirakan dipakai sejak 1300 tahun lalu, yaitu zaman dinasti Baek-jea. Periuk batu ini pernah tidak dipakai setelah panci ala Jepang dipakai pada tahun 1920-an dan rice cooker dipakai pada akhir tahun 1960-an. Namun belakangan ini, periuk batu mulai dipakai kembali setelah diketahui nasi yang ditanak dengan daya tekan kuat tutup panci lebih lezat.

6. Sundubu-jjigae (순두부찌개 )

Tahu sutra adalah tahu halus yang belum dipadatkan dalam proses pembuatan tahu dan berwangi khas kacang kedelai dan bersifat lembek. Tahu ini memiliki 90 % air sehingga penyantap mudah terasa kenyang. Selain itu, tahu ini memiliki juga zat kalsium dan mineral. Tahu pada zaman Joseon relatif lebih keras dibandingkan pada zaman sekarang karena dibuat dengan cara menekan setelah digumpal. Maka, teknologi pembuatan tahu sutra ini dianggap berharga sehingga terdapat catatan tentang pembuat tahu itu.
 
7. Seogalbi-jjim (쇠갈비찜)

Dalam sebuah buku masak bernama Sieu-jeonseo(시의전서) yang diterbitkan akhir abad ke-19 Galbi-jjim dicatat dengan istilah Gari-jjim karena daging iga disebut Gari pada waktu itu. Sehingga istilah 'Gari' itu dipakai di Seoul hingga tahun 1930-an. Galbi-jjim yang dimasak dengan saus campuran kecap asin dan sari buah-buah memiliki rasa lunak dan lezat. Galbi-jjim ini merupakan salah satu makanan Korea yang digemari orang asing.

8. Dubu-jorim (두부조림)

Tahu merupakan salah satu bahan makanan yang terkenal di Asia Timur dan berasal dari Dinasti Song, Cina. Tahu pada umumnya dibuat dengan cara merebus kedelai dan menggilingnya dengan halus. Jika direbus lagi dengan menambah air, itu menjadi susu kedelai. Tetapi untuk menjadikan tahu, susu kedelai ini harus digumpalkan. Proses pembuatan tahu ini sama dengan cara untuk membuat keju dari susu. Oleh sebab itu, diperkirakan bahwa tahu dibuat oleh kaum petani dengan menerapkan cara pembuatan keju yang dipelajari oleh kaum pemngembara. Catatan pertama tentang tahu ini adalah sebuah puisi yang ditulis oleh Lee Saek pada Dinasti Koryeo dan tertulis bahwa tahu cocok untuk lansia ompong seperti dia.

9. Kimchi-jjigae (김치찌개)

Kimchi-jigae merupakan sejenis sup pedas dari Kimchi. Masakan ini dianggap sebagai masakan rakyat karena bahannya sederhana dan cara memasaknya mudah. Biasanya Kimchi sawi putih, daging dan tahu menjadi bahan utama untuk Kimchi-jjigae. Terutama Kimchi yang sudah difermentasikan dan mempunyai rasa yang cukup asam dapat menghasilkan rasa Kimchi-jjigae yang mendalam. Belum terdapat catatan kuno mengenai asal usul Kimchi-jjigae sehingga diperkirakan masakan ini mulai terkenal sekitar tahun 1970-an saat harga sawi putih mulai murah dan setiap rumah tangga memasak Kimchi.

10. Ogokbap (오곡밥)

Pada umumnya masa dari tanggal 1 hingga 14 bulan pertama tahun baru lunar dianggap sebagai masa untuk melakukan upacara spiritual terhadap leluhur dan persiapan untuk memulai satu tahun baru. Sedangkan hari bulan pernama pertama yang disebut Jeongwol-daeboreum merupakan masa permulaan tahun baru bagi orang yang hidup karena dapat memulai semua aktivitas pencarian makanan. Untuk memperingati hari ini, masyarakat Korea menyantap Ogokbap, salah satu makanan khas pada hari itu. Ogokbap yang dibuat dari 5 jenis padi-padian yang sudah dipanen pada musim gugur lalu memiliki makna yaitu mengharapkan panen raya. Disamping itu, makanan nasi itu menjadi sumber gizi.

11. Janchi-guksu (잔치국수)


Masyarakat Korea sering menggunakan ungkapan yang berbunyi 'Kapan anda memberikan saya mi?' kepada jejaka dan gadis karena Janchi-guksu selalu dihidangkapan pada kenduri pernikahan. Mi yang panjang dan tipis biasanya melambangkan panjan umur. Oleh sebab itu, masakan mi mengandung makna panjang umur bagi lansia dan hidup bahagis selama-lamanya bagi pasangan suami istri. Pada zaman dahulu, masakan mi merupakan hidangan istimewa karena tepung terigu tidak banyak di Korea tempat penghasil beras. Sementara istilah 'guksu' untuk mi itu berasal dari bentuk kelopak bunga krisan yang terapung di atas air.

12. Daeha-jatjeup-naengchae (대하잣즙냉채)


Pada zaman kerajaan Joseon, udang besar banyak ditangkap di laut barat pada bulan Agustus dan September dan udang itu dikeringkan dengan digarami untuk dipersembahkan kepada raja. Udang besar kering itu biasanya dimasak dengan cuka, mustard, dan kecap asin. Masakan yang disebut Choyori ini dihidangkan sebagai hidangan pembuka dan sekarang dikembangkan dengan diterapkan cara masak salad ala Cina.

13. Dakbokkeumtang (닭볶음탕)


Masyarakat zaman kerajaan Joseon lebih suka menyantap daging burung merak daripada daging ayam. Setelah cara peternakan ayam dari negara Barat dan dapat membiakkan ayam pada abad ke-20, masakan ayam dikembangkan dan salah satunya adalah Dakbokkeumtang. Sementara kentang dan cabe merah yang berasal dari daratan Afrika memasuki Korea dan ini dikembangkan juga cara memasak daging dengan kentang dan cabe merah dalam bentuk sup di Korea. Dakbokkeumtang dulu disebut sebagai istilah Dakdoritang, gabungan kata 'Dori' yang bermakna burung dalam bahasa Jepang dan 'Tang' yang berarti sup dalam bahasa Korea. Hal ini menyatakan masakan ayam ini dimakan sejak zaman penjajahan Jepang. Nama masakan ayam khas Korea ini lebih cocok disebut dengan istilah Dakbokkeumtang.

14. Nokdu-bindaetteok (녹두빈대떡)


Bindaetteok adalah masakan gorengan dari adonan kacang hijau bersama dengan tumbuhan pakis, toge, daun bawang, Kimchi, dan daging. Biasanya daging sapi atau babi dipakai dan bahan lain dapat bervariasi. Pada sebuah buku tentang tata hidangan yang diterbitkan pada dinasti Joseon tertulis bahwa Nokdu-byeong yang dibuat dari adonan kacang hijau dengan digoreng dengan minyak wijen dihidangkan kepada utusan dari luar negeri. Masakan ini diperkenalkan kepada rakyat dan menjadi panganan pada masa kekurangan makanan dan berkembang menjadi bindaetteok yang dimasak dengan adonan kacang hijau dan berbagai-bagai sayur di zaman sekarang. Kini Bindaetteok ini menjadi masakan penting untuk hidangan jamuan makan.

15. Tteokgalbi (떡갈비)



Tteokgalbi adalah masakan khas daerah Jeolla Selatan dan dibuat dari daging iga sapi yang dihaluskan dan dibumbui kemudian dipanggang dengan diolesi saus. Nama masakan ini berasal dari cara memasak daging yang dihancurkan dan ditumbuk seperti waktu membuat kue basah Injeolmi. Berbeda dengan masakan iga sapi lain tteokgalbi ini memiliki banyak air, lunak, dan mudah dicerna karena dagingnya dihaluskan.
16. Naengmyeon (냉면)


Menurut buku-buku kuno Naengmyeon atau mi dingin merupakan masakan istimewa yang suka disantap di zaman dinasti Joseon. Naengmyeon memiliki dua jenis, yaitu Naengmyeon Pyeongyang dan Naengmyeon Hamheung. Naengmyeon Pyeongyang dibuat dari mi buckwheat yang dicampur dengan tepung sagu dan memiliki kuah dari kaldu ayam atau kuah kimchi dan disajikan bersama daging rebus dan telur. Sedangkan Naengmyeon Hamheung dibuat dari mi buckwheat yang dicampur dengan tepung kentang dan dibumbui dengan saus Gochujang asam manis bersama dengan irisan ikan mentah.

17. Gyeojachae (겨자채)


Gyeojachae sebagai salah satu hidangan pembuka dibuat dengan mencampurkan berbagai sayur bersama saus mustard. Pada zaman dahulu masakan ini dihidangkan kepada raja untuk merangsang nafsu makan yang hilang. Mustard diperoleh dari buah tanaman mustard dan merupakan rempah-rempah penting yang memiliki rasa pedas bersama bawang putih dan jahe sebelum cabe memasuki Korea.

18. Pyeonsu (편수)


Pyeonsu adalah masakan pangsit yang terbuat dari sayur dan dimakan pada musim Yudu yang jatuh pada tanggal 15 Juni kalender bulan. Nama Pyeonsu diberikan karena bentuk masakan ini mirip seperti keping terapung di atas air. Masakan ini diperkenalkan oleh Cina ke Gaeseong yang merupakan kota perdagangan internasional pada zaman dinasti Goryeo sehingga terkenal sebagai masakan dari daerah Gaeseong di bagian utara Semenanjung Korea. Masakan Pyeonsu atau pangsit kuah dingin dibuat dari sayur dan merupakan masakan untuk musim panas.

19. Kongguksu (콩국수)


Kacang kaya dengan protein nabati sampai dijuluki sebagai daging dari ladang! Kita disarankan untuk memakan kacang setiap hari demi kesehatan. Kacang, terutama kacang kedelai banyak dihasilkan di daerah utara Semenanjung Korea dan Manchuria. Sejak dulu masyarakat Korea menyantap kacang dengan berbagai bentuk makanan. Kuah kacang kedelai giling adalah makanan sehat yang suka dimakan masyarakat Korea. Kongguksu adalah mi kuah kacang ditambah es dan kini menjadi masakan khas untuk musim panas.

20. Chogyetang(초계탕)

Istilah Chogyetang bermakna cuka dan mustard serta merupakan masakan istimewa yang biasanya disantap pada musim dingin di daerah Hamkyeong dan Pyeongan di Korea Utara. Chogyetang sebagai masakan tradisional yang terdiri dari kuah ayam yang didinginkan dan dibumbui cuka dan mustard bersama ayam rebus yang disuwir-suwir. Setelah kulkas disediakan masakan ini dapat disantap pada musim panas sebagai masakan tambahan. Kalau nasi hangat dan mi gandum dimasukkan di dalam kuah Chogyetang, rasanya luar biasa enak.

source : world.kbs.co.kr/indonesian/
  • 0 Comments
Penampakan Hantu Korea dan hantu-hantu oriental dari negeri timur terbukti lebih menyeramkan dari hantu barat. Sama hal-nya dengan hantu Jepang, penampakan hantu Korea juga tidak kalah menyeramkan. Lihat saja di sini.
Sudah pada kenal dengan Lee Min Ho, Kim Bum, atau Jang Geun Seuk kan? Pasti sudah kenalan juga dengan Kimchi, Kimbap, dan Bibimbap?? Kalau gitu ini waktunya buat melihat penampakan hantu korea

Penampakan Hantu Korea bermacam-macam. Dalam bahasa Korea, hantu korea disebut dengan Gwishin (귀신) atau Yogwi (요괴). Gwishin digunakan untuk menyebut arwah orang yang sudah meninggal, sedangkan mahkluk berbentuk monster disebut dengan Dokkaebi . Penampakan hantu korea atau disebut Gwishin bisa ditemukan dimana saja, misalnya rumah, kuburan, dll. Ketika seseorang meninggal sebelum ia menyelesaikan apa yang harus ia selesaikan, maka arwahnya tidak akan bisa pergi ke alam baka. Penampakan hantu meraka akan berada di bumi sampai berhasil menyelesaikan tujuannya. Namun hantu korea (Gwishin) yang sangat kuat juga tidak akan pergi ke alam baka jika meraka tidak menginginkannya, sehingga penampakan hantu mereka tetap ada. Gwishin apa saja yang ada di Korea dan seperti apa penampakan hantu korea tersebut, mari kita simak satu per satu:

1. Cheonyeo Gwishin (처녀귀신, Virgin Ghost)


Cheonyeo Gwishin bisa disebut juga sebagai Kuntilanak-nya orang Korea (penampakan hantu Korea ini berupa wanita berambut panjang dan berbaju putih). Dalam legenda Korea, wanita muda yang meninggal dalam keadaan perawan akan bersikap pahit terhadap aib-nya (malu karena masih perawan). Oleh karena itu muncullah penampakan hantu wanita yang berada disekitar kerabat dan teman-temannya.Penampakan hantu korea Cheonyeo Gwishin digambarkan dengan wanita berambut sangat panjang dan mengenakan baju putih (baju tradisional korea, hanbok), wajahnya pucat dan darah menetes-netes dari sisi mulutnya, penampakan hantu korea ini bisa dilihat seperti pada film The Ring Virus (Sadako mode on). Karena misinya untuk menikah tidak terpenuhi, maka tidak mungkin baginya untuk menyeberang ke alam baka. Dikatakan bahwa hantu ini mengutuk pengantin baru, selain itu hantu ini juga dianggap mendatangkan penyakit atau kecelakaan. Satu-satunya cara mengenyahkan penampakan hantu korea ini adalah melakukan ritual pengusiran setan atau dengan menikahkan hantu perawan (Cheonyeo Gwishin) dengan hantu bujangan (Mongdal).

2. Jeoseung Saja (저승사자, Malaikat Kematian)


Hantu korea Jeoseung Saja atau diartikan Utusan dari Jeoseung adalah mahkluk halus yang menghisap jiwa dan membimbing jiwa-jiwa tersebut melewati hutan gelap berkabut menuju akhirat (Grim Reaper versi korea). Jeoseung bukanlah surga atau neraka, tapi merupakan tempat tujuan orang mati (kebalikannya disebut Yiseung, atau bumi). Penampakan hantu korea Jeoseung Saja mengerikan karena masih merupakan bagian dari pemakaman dan perdukunan yang masih dipraktekkan di wilayah pedesaan. Secara tradisional, penampakan hantu korea Jeoseung saja digambarkan sebagai agen pemerintah yang korup yang mengancam akan menyalahgunakan jiwa yang meninggal dalam tahanan, kecuali mereka disuap dengan persembahan.

3. Dokkaebi


Jika gwishin adalah penampakan hantu korea yang berupa arwah, ada juga penampakan hantu korea yang berupa monster yang disebut Dokkaebi. Penampakan hantu korea ini seperti tuyul atau goblin. Hantu korea ini mempunyai satu tanduk di kepalanya, dan selalu membawa tongkat ajaib yang bisa membuat apa saja dengan mantra tertentu. Dokkaebi bisa juga dianggap sebagai Goblin-nya orang Korea. Konon tanduk hantu korea bisa memberikan keberuntungan. Penampakan hantu korea ini tergolong lucu dan baik, dokkaebi suka usil pada orang jahat dan memberi berkah pada orang baik. Hantu korea ini disebutkan pula sebagai roh benda-benda mati. Benda-benda yang umumnya bertransformasi sebagai hantu korea ini adalah barang sehari-hari yang telah ditinggalkan pemiliknya atau dalam keadaan tak terurus, misalnya saja sapu, alu, perapian. Menariknya, pohon yang diolesi darah seorang gadis juga bisa menjadi Dokkaebi.

4. Mul Gwishin
Hantu Korea yang disebut Mul Gwishin adalah penampakan hantu orang mati tenggelam

5. Dalgyal Gwishin
Hantu korea yang disebut Dalgyal Gwishin adalah penampakan hantu yang muncul dari tumpukan mayat dan berbentuk telur.

source : http://blogsiin.blogspot.com
  • 2 Comments

Sebuah bandara di Korea yang dibangun dengan biaya sebesar USD260 juta (Rp3 Trilyun) kini dianggap sebagai bandara hantu, karena selama tiga bulan terakhir ini tidak ada satu penumpangpun yang menggunakan bandara tersebut. Bandara Interansional Yangyang yang terletak di timur Korea Utara tersebut dibangun untuk memajukan dunia pariwisata daerah setempat pada tujuh tahun lalu.

Bandara yang dibangun dengan menggunakan APBD daerah tersebut malah mengakibatkan kerugian sebesar 10 milyar won (Rp84 milyar) setiap tahunnya sejak didirikan.


Tahun lalu, 146 petugas bandara hanya melayani rata-rata 26 penumpang setiap harinya yang mempergunakan bandara ini. Terakhir kalinya maskapai mempergunakan bandara ini adalah pada tanggal 1 November 2008 yang lalu.

“Ini jelas kesalahan perencanaan dan administrasi yang dilakukan oleh para pejabat sebelum ini,” tulis harian konservatif Chosun Ilbo menyikapi tentang bandara hantu ini. Mereka juga menyarankan agar bandara ini sebaiknya ditutup atau diserahkan kepada swasta untuk menghindari kerugian yang lebih besar dan membebani APBD.

Kerugian yang dialami oleh Bandara Internasional Yangyang ternyata juga dialami oleh beberapa bandara yang ada di Korea Selatan. Diperkirakan 11 dari 14 bandara lokal yang ada di negara tersebut mengalami kerugian tahun yang lalu. Fenomena ini menyebabkan pemerintah memutuskan untuk menunda pembangunan dua bandara udara lainnya di Korea, yakni Uljin di propinsi Gyeongsang dan bandara Gimje di Propinsi Jeolla.

Bandara Uljin yang pembangunannya telah mencapai 85 persen akan dialihfungsikan sebagai pusat pelatihan para pilot. Bandara ini dibangun dengan biaya USD 141 juta (Rp1,6 Trilyun).


source : kaskus
  • 0 Comments
lanjut yuuk bahas tempa-tempat menarik di Korea ^^

a. GWANGHWAMUN


Gwanghwamun adalah sebuah gerbang yang terletak di Seoul, Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1395. Gerbang Gwanghwamun berdiri di depan Istana Gyeongbok dan telah mengalami masa panjang berbagai kerusakan dan kehancuran. Di tempat berdirinya inilah diketahui sebagai pusat kota Seoul.

b. GYEONGBOK


Istana Gyeongbok adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul (Gangbuk), Korea SelatanIstana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon.

Heungnyemun


Tahta Raja


Gyeonghoeru

National Folk Museum of Korea

Jagyeongjeon

Gyotaejeon


c. GYEONGHUIGUNG


Gyeonghuigung atau Istana Gyeonghui adalah istana yang terletak di Seoul, Korea Selatan. Istana Gyeonghui termasuk dari Lima Istana Besar Korea yang didirikan oleh Dinasti Joseon.

d. HEUNGINJIMUN 


Heunginjimun ("Gerbang Kebajikan yang Bersinar") atau Dongdaemun ("Gerbang Besar Timur"), adalah bangunan bersejarah yang berada di pusat kota Seoul, Korea Selatan. Nama "Dongdaemun" dalam Bahasa Korea berarti "Gerbang Besar Timur", dinamakan demikian karena menunjukkan letaknya pada sebalah timur kota Hanyang (Seoul pada zaman dinasti Joseon), yang pada saat itu masih dikelilingi tembok. Gerbang ini terletak di distrik Jongno yang sibuk.

e. INSADONG


Insadong adalah bagian dari permukiman di kota Seoul (dong) dari distrik Jongno-gu. Jalan utama di Insadong adalah Jalan Insadong (Insadong-gil) yang dihubungkan dengan banyak jalan-jalan kecil di dalam distrik Jongno. Insadong terkenal di antara para wisatawan sebagai tempat belanja dan menjual barang-barang seni tradisional khas Korea maupun luar negeri. Lebih dari 40 persen toko barang antik Korea terdapat di wilayah ini.

f. JEONGEUP


Jeongeup (정읍시) adalah sebuah kota yang terletak di propinsi Jeolla Utara, Korea Selatan. Kota Jeongeup lebih dikenal akan pemandangan musim gugur dari Gunung Naejang yang terletak dekat kota ini. Selain itu, Jeongeup merupakan tempat awal mula Revolusi Donghak yang terjadi pada tahun 1894. Revolusi Donghak adalah pemberontakan kaum petani yang terjadi di akhir masa Dinasti Joseon untuk melawan pejabat dan birokrat pemerintahan. Sebagian besar daerah yang mengelilingi Jeongeup adalah dataran rendah yang terdiri dari daerah-daerah pertanian.

g. KALI CHEONGGYE


Kali Cheonggye atau Cheonggyecheon (청계천) adalah sebuah aliran kali yang terletak di pusat kota Seoul, Korea Selatan.Kali ini merupakan bagian penting dari sejarah kota Seoul.

h. KAMPUNG HANOK GUNUNG NAM


Kampung Hanok Gunung Nam (남산골 한옥마을) adalah sebuah kampung yang terdiri dari rumah tradisional Korea (hanok) yang didirikan di Gunung Nam, Seoul, Korea Selatan.Kampung ini didirikan sebagai objek wisata baru pada tahun 1998 dan untuk memperingati ulang tahun kota Seoul yang ke-600 tahun. Kampung ini memiliki luas keseluruhan 8000 m persegi.

i. KAMPUNG HANOK JEONJU


Kampung Hanok Jeonju adalah sebuah kampung tradisional yang terletak di Jeonju, propinsi Jeolla Utara, Korea Selatan. Kampung ini masih mempertahankan bentuk rumah tradisional Korea (hanok), yang saat ini terdiri dari 700 buah bangunan. Lokasi kampung ini berada di Distrik Pungnam dan Distrik Gyo. Hanok yang tersisa di kampung ini dilestarikan oleh pemerintah kota dan daerah Jeolla Utara dan merupakan objek wisata yang terkenal.

j. KAMPUNG RAKYAT HAHOE



Kampung Rakyat Hahoe atau Hahoe Folk Village (안동하회마을; Andong Hahoe Maeul) adalah sebuah kampung tradisional yang terletak di Andong, propinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Masyarakat kampung ini masih mempertahankan cara hidup tradisional khas Dinasti Joseon. Kampung ini merupakan kampung asal klan Pungsan Yu yang masih melestarikan tradisi Konfusianisme.

k. KAMPUNG RAKYAT KOREA


Kampung Rakyat Korea (Korean Folk Village;한국 민속촌; Han-guk Minsokchon) atau Kampung Rakyat Yongin adalah sebuah perkampungan tradisional Korea yang terletak di Yongin, sebelah selatan kota Seoul, Korea Selatan. Di kampung ini terdapat 270 buah rumah tradisional Korea (hanok) yang berfungsi sebagai museum yang menampilkan kehidupan tradisional rakyat Korea. Di hanok-hanok ini terdapat sebanyak 16.000 buah peralatan dan perlengkapan rumah yang digunakan dari 150 tahun yang lalu. Benda-benda tersebut sengaja dikumpulkan dari seluruh pelosok Korea.

l. KATEDRAL MYEONGDONG


Katedral Myeongdong adalah katedral umat Katolik Roma pertama yang didirikan di Korea Selatan di Seoul. Katedral ini didirikan pada masa pemerintahan Konfusius Dinasti Joseon oleh pendeta Katolik asal Perancis, Eugene Coste. Tanah dari katedral ini dibeli pada tahun 1883 dan Kaisar Gojong mengadakan upacara peletakan batu pertama pada tahun 1892. Pembukaan katedral ini ditunda sampai bulan Mei 1898 karena terjadinya Perang Pertama Sino-Jepang serta karena kematian dari ayah Coste. Nama awalnya adalah Katedral Jonghyeon 종현성당 (鐘峴聖堂) namun diganti pada tahun 1945 untuk memperingati kemerdekaan Korea dari Jepang menjadi Katedral Myeongdong.

source :  wikipedia

  • 0 Comments
Older Posts Home

Location

About me


"Trust yourself and everything you want will come true”


Follow Us

  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram

Professor and Labmates ❤

Labels

Beasiswa Contact Elektro Event Korea Corner Kuliner Materi Review Story Taiwan ulzzang Webtoon Wedding Preparation

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top